2.1.14

Let It Go: Lepaskanlah.


Let it go, let it go, can't hold it back any more.

Bagaimana kehebohan peralihan tahun buatmu? Semeriah pesta rakyat di Bundaran HI Jakarta atau Pesta Lampion di Bandung? Berlibur ke Bali atau Singapore dan bersama-sama orang tersayang ikut menghitung peralihan waktu dari 2013 ke 2014? Berkumpul bersama keluarga sambil berbeque di halaman belakang rumah? Atau barangkali seperti aku, melewati waktu tersebut sebagaimana tengah malam lainnya: tidur?

Ada yang berpendapat bahwa malam tahun baru adalah malam biasa sebagaimana malam lainnya dan tidak perlu ada keriaan khusus untuk itu. Pendapat ekstrim lainnya, merayakan tersebut bisa menyalahi aturan agama. Ada yang mengatakan berbagai pesta rakyat adalah pemborosan. Hmmm, aku sendiri baru tahu kalau kembang api itu harganya mahal sekali. Bakar uang katanya. 

Menurutku, setahun sekali melepas segala beban adalah penting. Berkumpul dengan berbagai orang yang tidak saling mengenal tetapi toh bisa sama-sama punya satu tujuan, menikmati malam tahun baru bersama dengan damai, saling melempar senyum dan tawa. Di Jakarta, hidup sehari-hari sudah penuh stress dan kenapa tidak, sekali setahun semua itu dilepas walaupun untuk sementara. 

Standing frozen
In the life I've chosen
You wont find me
The past is in the past
Buried in the snow

Memang tidak ada keharusan merayakan pergantian tahun. Betul, hanya sebuah malam lain. Satu dari 365 malam lainnya. Tidak perlu diistimewakan.

Kali ini, aku ingin membuatnya berbeda. Iya sih, aku melewatinya di dalam mimpi yang tidak bisa lagi aku ingat. Tidur 8 jam yang membuat aku segar. Tetap saya, boleh dong aku menjadikannya sebuah momen untuk sesuatu yang berbeda, yang baru, yang membuat langkahku tidak sepenuhnya "bagaimana nanti". 

Di awal 2010, aku membuang barang-barang tidak berguna. Tahun ini, aku ingin membuang bukan sekedar barang fisik tetapi hal-hal yang tidak berguna yang memperlambat langkah, yang membuat aku bolak balik melihat ke belakang, yang membuat aku tidak yakin untuk maju lebih cepat. Aku berharap ini membuat aku bisa melangkah lebih ringan.

Aku bukan tipe pembuat resolusi, apalah arti itu semua? Hidup bukan sebuah cetak biru yang sudah disusun sedemikian rupa. Dijalankan dengan sepenuh hati tetapi tidak dikemudikan dengan berbagai target. Sialnya, aku mendapat sebuah pertanyaan yang mengusik yang membuat aku berpikir, apakah ini semata cara untuk tidak punya ekspetasi sehingga aku tidak perlu kecewa?

Jadi, aku memutuskan melepas ragu dan kekuatiran tersebut. Aku menggambarkan mimpi-mimpi itu lagi. Kali ini aku berjalan dengan langkah lebih ringan, mudah-mudahan.


It's time to see what I can do
To test the limits and break through
No right, no wrong, no rules for me,
I'm free!