1.11.11

Kolega Kantor

Aku pikir dengan bekerja tetap di sebuah kantor akan membuat aku memiliki sekelompok kolega yang relatif tetap dari masa ke masa. Ini bayanganku selagi aku masih menjalani pekerjaan panggilan eh, paruh waktu maksudnya. Aku biasa dipanggil kerja untuk satu proyek dalam kurun waktu tertentu (biasanya hanya beberapa minggu ke beberapa bulan). Itu berarti harus mengenal orang baru dan beradaptasi dengan cepat dilanjutkan dengan bekerja sama dalam waktu singkat dan cukup intensif. Begitu laporan selesai, semua bubar jalan. Ada saat dimana aku bertemu dengan kolega baru di sebuah pekerjan baru, tapi lebih sering sih tim kerja adalah orang-orang baru.

Aku sendiri bersyukur dengan pola kerja seperti itu. Aku malah menikmati sekali siklus semacam itu. Tidak heran selama 5 tahun aku jalani dengan santai. Aku tidak pernah ambil pusing dengan jenis orang yang ada dalam tim kerja, suck it up dan kerjakan saja semua sebaik-baiknya. Masa-masa itu, aku tidak mengenal istilah "main dengan teman kantor". Pertemananku datang dari jaringan yang berbeda yang tidak berasal dari pekerjaan.

Sewaktu pertama kali aku kembali memutuskan kerja kantoran, aku adalah anggota baru dari sebuah tim yang sudah terlebih dulu bekerja sama selama 2-3 tahun. Sedikit canggung tetapi karena sudah dipaksa untuk selalu adaptasi maka aku tidak mengalami kesulitan berarti. Hanya saja, aku tetap saja tidak mengenal "main dengan teman kantor". 

Barangkali itu memang sudah jadi kebiasaan, dekat tapi tidak dekat dengan lingkungan kerjaan.

Lima tahun berkantor, kebiasaan ini mulai berubah. Tanpa aku sadari, tim kerja telah menjadi rumah lain dimana aku menghabiskan sebagian besar waktuku. Bayangkan saja, 9 jam sehari aku berada di kantor, terkadang lebih dari itu. Walaupun dalam keseharian masing-masing bekerja di ruang kerja masing-masing tetapi ada begitu banyak interaksi yang dilakukan secara bersama-sama. Diskusi kecil membahas masalah ini dan itu. Rapat-rapat yang cukup rutin (baca: keseringan) yang dilakukan di kantor yang selalu berisi bukan saja hal serius tetapi hal-hal yang serius...garingnya. Istirahat kecil di jam kerja karena ada yang membawa kue dengan berbagai alasannya. Sesi karaoke dengan daftar lagu yang super beragam. Sesi curcol yang berlangsung di sudut-sudut gedung kantor. 

Aku sudah bisa bilang "main dengan teman kantor". Pada saat itulah, aku malah harus juga terbiasa untuk melepas pergi beberapa kawan. Kantoran maupun freelance, sama saja. Siklus itu selalu ada. Orang datang dan pergi pada waktunya masing-masing.

Tapi kali ini sih aku ingin sekali bisa berkata bahwa mereka bukan sekedar teman kantor tetapi juga teman berbagi segala suka duka pekerjaan selama beberapa tahun terakhir. Biarpun terbiasa, tidak pernah menjadi lebih mudah setiap saat harus melepas seorang kolega. Barangkali, itu hal yang baik. Tidak perlu bertemu melulu urusan pekerjaan tetapi barangkali bisa berbagai hal menarik lainnya di masa datang.

I wish all of you great success in the future, dear colleagues