10.10.11

Main ke museum

Ternyata menyenangkan.

Aku bersama Salva dan Jio memutuskan mampir ke Museum Geologi, Bandung. Aku sendiri sudah beberapa kali mampir kesini. Banyak juga orang Bandung yang belum pernah mampir ke sana - apalagi kalau sekolah tidak punya program mengunjungi museum ya. Aku sendiri berpikir bahwa Museum Geologi itu salah satu museum paling oke yang ada di Bandung. Aku tahu kalau Dinda punya pikiran yang sama dengan aku.

Seingatku, mengunjungi Museum Geologi itu harus pakai tiket. Murah sih tapi bayar. Ternyata aku salah. Masuk museum itu gratis. Tidak perlu pakai uang sepeser pun! Museum memang ramai, barangkali karena gratis atau karena hari itu hari Minggu. Sebagian besar adalah orang dewasa yang membawa anak-anak kecil. 

Aku juga membawa dua krucil yang masing-masing berumur (nyaris) 5 tahun dan 3,5 tahun. Aku mengiming-imingi mereka dengan kata "dinosaurus". Aku ingat ada kerangka dinosaurus disana. Baru setelah berada di museum, aku tahu bahwa aku salah. Disana ada kerangka T-rex dan bukan Dinosaurus. Bukan itu saja, ada kerangka gajah, kuda nil dan kura-kura dari jaman lampau. Semua dilengkapi dengan cerita dan gambar-gambar ilustrasi.

Awalnya sih, Salva dan Jio agak takut melihat tulang belulang itu. Hanya sebentar saja. Kemudian mereka asik bertanya ini dan itu. Aku memang belum bisa menjelaskan lengkap apa yang terpampang disana. Ada begitu banyak informasi dan aku sendiri tidak yakin semua bisa terserap dengan mudah. Beberapa hal yang menarik perhatian mereka adalah kerangka t-rex dan kura-kura (soalnya aneh, tidak seperti kura-kura ya), ilustrasi dinosaurus, bebatuan yang bisa mereka pegang dan maket-maket peta gunung berapi lengkap dengan lampu berwarna warni.

Aku sempatkan mampir ke toko souvenir. Awalnya aku berharap bisa menemukan sesuatu yang menarik dan unik sebagai kenang-kenangan. Sayang sekali, sebagian besar kenang-kenangan itu lebih  buat orang dewasa. Aku tertarik untuk membeli buku panduan tetapi kualitas cetak buku itu rendah, seperti fotokopian buram dengan bercak-bercak hitam. Walhasil, kami malah bermain sebentar sekali di halaman museum yang luas. Salva khusus minta "foto di dekat bendera". Susah tuh, soalnya benderanya tinggi dan aku hanya bermodal kamera telepon! 

Aku senang-senang saja deh menemani mereka mampir ke museum ini. Sekarang berpikir, kemana lagi ya?


4 comments:

  1. horeee.. diupdate :D
    seru kali ya bawa anak2 kesana. cita2 banget deh bawa ponakan2 kesana :D

    ReplyDelete
  2. wah, cool juga. baru aja kemarin pas di bandung aku mikir2 soal museum dan pingin tour d' museum of bandung someday... aku pernah ke sini 2 kali, tapi udah lama banget (like 20 y ago). but i need some kids to take with me in the visit :)

    ReplyDelete
  3. iya, din. diupdate. masih suka update walaupun juli-september mah off banget ya *baru sadar pas liat archieve*

    ReplyDelete
  4. @mer hayuuu, bawa krucil ya :) ditunggu ya. mungkin nanti bisa bareng-bareng gitu. ada beberapa musem kan ya di bandung. asal jangan museum yang di lembong itu, aku yang takut :D

    ReplyDelete