1.5.11

May Day 2011

Setahun lalu, aku punya kesempatan untuk melihat pawai perayaan hari buruh di Paris. Aku hanya berkesempatan melihatnya dari jauh, di bagian akhir pawai tersebut. Polisi berjaga di beberapa tempat. Tetapi tidak ada kesan seram, lebih terasa sebagai sebuah perayaan.

Tahun ini, aku berusaha menghindari perayaan yang berlangsung di daerah Bundaran HI. Demo. Begitulah kalimat yang dipakai oleh sejumlah kicauan di twitter. Tidak ada keinginan untuk melihat lebih dekat dan yang terpikir adalah bagaimana menghindari kemacetan yang terjadi.

Aku sendiri adalah buruh. Pekerja. Hanya saja, aku cukup beruntung. Sekalipun aku pekerja kontrak, aku memperoleh imbalan yang layak, jaminan kesehatan yang lebih dari cukup dan kepuasan batin dari apa yang aku lakukan di dalam pekerjaanku.

Dalam hal itu, aku minoritas. Sebagian besar pekerja di negeri ini harus menelan ketidakadilan dengan jenis kontrak dan imbalan yang mereka miliki. Setiap saat, ada begitu banyak calon pekerja yang siap mengisi posisi kosong manapun. 

Aku pernah bekerja di sebuah radio yang lebih sering mangkir membayar gaji penyiar dan kalau pun digaji maka angka yang diberikan adalah angka yang jauh dari apa yang seharusnya diberikan. Pemilik dengan santai berkata,"lebih mudah cari penyiar baru, ketimbang cari pembantu," kepada penyiar yang protes dan mengancam keluar dan tidak bekerja lagi.

Pahit. 

Bagaimana dengan kamu? Ikut serta dalam pawai perayaan atau menghindari karena takut macet? ;)


Ini adalah foto yang aku ambil tahun lalu. Buat yang mengerti Bahasa Perancis, silahkan artikan sendiri. :) Dan ini adalah tulisanku yang lain, 4 tahun lalu, untuk media bersama. http://narasimelly.wordpress.com/2011/05/01/kerja-tak-paksa/

No comments:

Post a Comment