12.4.11

Ritual Malam

Setelah seharian bekerja adalah kenikmatan luar biasa bisa kembali berada di rumah. 

Sepulang dari kantor, kalau sedang tidak malas, memasak makan malam adalah bagian dari proses menenangkan diri. Well, tidak usah berpikir terlalu jauh tentang kemampuan memasakku. Aku memakan yang aku masak, barangkali itulah yang terpenting.
Kalau sedang malas, televisi  menjadi pilihan. Terutama karena sekarang ini sedang musim American Idol, aku bisa duduk anteng di depan layar kaca jadul merk Chystal yang merupakan televisi lungsuran dari adik ipar. 

Ada satu kebiasaan lain yang tidak lagi rutin aku lakukan. Membaca. Aku terbiasa dan membiasakan diri untuk membaca beberapa halaman menjelang tidur. Saat ini, aku membaca kisah klasik karya Arundathi Roy. Uh, lebih berat dari yang aku bayangkan. Walhasil, aku hanya maju beberapa halaman setiap malamnya. Kalau terlalu lelah, aku memutuskan untuk melupakan buku itu.

Sebetulnya, satu hal yang paling sering aku lakukan adalah bercerita tentang segala sesuatu yang terjadi pada hari itu ke Abang. Cerita itu bisa datang dari hal-hal di kantor, di perjalanan pulang, di internet atau berbagai hal lain yang nyantol di ingatanku hari itu.

Buat aku seringkali waktu tenang menjelang tidur adalah waktu yang berharga. Tidak sekali dua kali, aku menghabiskannya hanya dengan duduk diam di ruang tengah ini, tidak melakukan apapun. Aku membiarkan pikiranku melayang-layang kesana-sini. Bayangkan gelombang air laut yang menghampiri pantai. Itulah yang terjadi. Aku membiarkan pikiranku terhadap segala hal yang terjadi sepanjang hari itu seperti gelombang yang semakin mendekati pantai dan semakin mengecil.

Sebetulnya, ini adalah ritual malam yang cukup aku rindu. Setelah menghadapi berbagai hal sepanjang hari itu, penting bagiku untuk melepas semuanya. Melepas hal-hal yang menjadi beban untuk dihadapi kemudian tetapi mendekap erat hal-hal yang membuat aku tersenyum dan menjadi kekuatan baru untuk menghadapi besok. 

Saat teduh untuk bersyukur atas hari ini.

Seperti saat ini.

1 comment:

  1. Jantje9:15 pm

    I proud of you, keep going the best

    Jantje Jayapura Papua

    ReplyDelete