13.4.11

Poni Baru

Aku sedang ingin centil. Atau, barangkali aku sekedar sedang bosan berat hari itu. Tidak juga, aku sedang kesal dan tidak bisa berpikir terlalu jenih. Maklum, hari Senin. Jadi, aku memutuskan untuk keluar kantor dengan tujuan menangkan diri sambil mencari udara segar. Tanpa tujuan yang pasti, aku berakhir di sebuah salon yang belum pernah aku datangi. Dekorasi bersih berwarna putih tanpa ada pelanggan lain kecuali penjaga meja tamu.

Sejam kemudian, aku mendapat tampilan baru dari sebuah poni pendek yang sekarang menghias mukaku.

Macam-macam komentar orang tentang poni itu. Paling seru sih dari satu kawan satu tim, dia kuatir untuk jalan dengan aku,"takut disangka monyet, Mba", begitu ujarnya. 

Barangkali, aku harus berganti nama menjadi Dora. 

Bisa jadi, tindakan potong poni itu adalah hal kecil yang aku lakukan secara cepat tanpa pikir panjang. Ya, aku merindukan "happy-go-lucky" yang ada di diriku. Aku tidak bisa ingat, kapan terakhir aku melakukan sesuatu yang spontan seperti itu. Ehm, tapi aku ingat kapan terakhir aku belanja secara spontan tanpa pikir panjang. Ha!

Barangkali terlalu berlebihan kalau aku bilang, aku merasa lebih ringan. Memang rambutku beratnya berapa ton, sih? Tapi memang itu perasaanku ketika melihat kaca dan melihat pantulan poni baru.

Ada kalanya, kita harus membuang hal-hal yang begitu melekat di keseharian kita, bukan? Syukur-syukur bisa jadi lebih cihuy.



2 comments:

  1. christine1:24 pm

    cantik kok kaaak!

    ReplyDelete
  2. whoaaa, fresh look! like it :)

    ReplyDelete