5.4.11

Ayunkan Langkahmu

Sebuah upaya untuk mencapai titik tujuan dimulai dengan sebuah langkah. Bahkan ketika itu sebuah langkah kecil.

Titik tujuan bisa hanya tiga langkah ke depan di sebuah jalan datar yang mulus tetapi juga bisa sebuah titik di ujung tinggi sebuah gunung yang curam yang memberikan pemandangan dahsyat atau sebuah titik tujuan bisa berupa sebuah kawasan yang harus ditempuh dengan berbagai moda dan memakan waktu panjang.

Apapun titik tujuan itu, satu langkah diperlukan untuk memulai. Satu langkah. Kemudian langkah lainnya.

Tidak jarang, ayunan langkah dilakukan secara estafet. Bergantian. Seperti pelari estafet, sebuah tongkat diberikan dari satu pelari ke pelari lainnya. Semua sepakat menuju satu titik akhir yang sama. Keberhasilan itu ditentukan oleh setiap pelari dan setiap langkah yang dilakukan.

Terkadang tugas kita berada di pelari awal. Menjadi langkah pertama untuk memulai rangkaian perjalanan. Sebagian besar kita menjadi pelari tengah, melanjutkan penerus kita dan memastikan tongkat berlanjut. Bisa jadi kita tidak tahu siapa pelari terakhir dan bagaimana kita mengakhirinya

"Damn you", untuk dia yang kemudian memutuskan berhenti melangkah entah karena dirasakan terlalu berat atau karena garis akhir itu tidak terlihat. Ia telah menyia-nyiakan rangkaian langkah yang perlahan tetapi pasti dilakukan oleh pelari lain.

Bahkan satu langkah paling kecil tetap berarti ketimbang berhenti di tengah jalan, tapi terkadang itu resiko berjalan bersama-sama untuk sebuah tujuan yang lebih besar.

-sebuah tulisan lama yang dibuat sebagai hasil obrolan ngalor ngidul di suatu malam, sekitar 1,5 bulan yang lalu, melambai ke Kia-

No comments:

Post a Comment