25.12.09

Ulang Tahun Tanpa "Semoga Panjang Umur"

Hari ulang tahunNya memang selalu diperingati dengan luar biasa. Musim liburan panjang. Berbagai potongan harga di banyak toko. Pohon natal yang didandani oleh perhiasan gemerlapan. Gereja yang penuh sesak dengan pengunjung tahunan (atau semesteran, karena ada Paskah di semester berikut). Alunan lagu dalam berbagai melodi dan irama. Kunjungan keluarga dan berbagai makanan yang nikmat. Meriah dan gemerlap, layaknya sebuah perayaan besar.

Tetapi, dimana Dia yang kita rayakan hari kelahiranNya itu?
Apakah ada tempat itu, di tengah kesesakan berbagai semangat berpesta?

Hari ini memang hari ulang tahunNya, tapi justru Dia yang memberikan dan tidak meminta hadiah. Dia memberikan diriNya untuk saya dan kamu, tidak melalui kado-kado Natal yang dibeli di saat-saat akhir untuk orang-orang terkasih, tetapi melalui kehadiranNya di dunia ini. Itu hadiah teristimewa yang diberikanNya. Dia tidak perlu ucapan "Semoga panjang umur" karena justru Dia memberi keselamatan itu, kekekalan itu, untuk kamu dan saya.

Selamat Ulang Tahun! Terimakasih karena hari ini, aku diberi kesempatan untuk berpesta karena sukacita atas kehadiranMu di tengah kami. Biarlah aku boleh selalu ingat, untuk merayakannya bersamaMu.


"Jangan takut, karena ini kabar sukacita"