25.11.09

Musik Adalah Obat.

Buat aku, musik bisa menghilangkan rasa perih dan sakit. Literally.

Perutku sakit. Badanku meriang. Satu-satunya yang bisa aku bayangkan adalah rumah dan tempat tidur, ditemani dengan sup hangat dan selimut tebal. Sayangnya, jam 6 sore itu aku masih di kantor dan cuaca di luar sangat tidak bersahabat. Aku bahkan sudah memberitahu Dias bahwa aku tidak jadi berangkat dan berkeinginan langsung pulang. Dias mengingatkan aku untuk makan yang hangat-hangat, dan itulah yang pada awalnya mau aku lakukan.

Tapi, tawaran untuk melihat Reunion Concert Impromptu Singers ternyata lebih kuat. Dengan setengah sadar aku masih mengemudikan mobil ke Goethe Haus.

Dan, sebuah keputusan tepat, karena selama tiga jam kemudian aku tidak merasakan sakit apapun, aku malah merasa bahagia sekali.

Impromptu Singers mulai dengan membawakan lagu-lagu rohani. Sejak "Lord Prayer" mengalun, aku merasa begitu tenang, damai dan senang sekali. Rasanya, setiap kata yang keluar menguatkan aku. Bahkan ketika mereka mulai menyanyikan lagu "Kekuatan dan Penghiburan" yang hampir bikin aku menangis.


Buat aku, konser mereka membuat aku merasa sangat terhibur. Bahkan di satu titik, aku sempat malu karena memikirkan pendapat orang lain yang melihat aku terus menerus tersenyum. Tapi, memang aku tidak bisa tidak, selalu tersenyum sepanjang lagu.

Ketika Impromptu Singers membawakan lagu-lagu pop seperti Imagine, Let's Hang On, Le Ragazze dan banyak lagi, aku rasanya sih ingin turun dari kursi dan bergerak mengikuti lagu. Ah, sayang sekali, nonton konser paduan suara itu lebih tertib ketimbang konser jazz atau rock!

Duduk di baris terdepan, di sisi dimana penyanyi Alto dan Tenor lebih sering berdiri, membuat aku lebih bisa mendengar dengan jelas suara dokter cantik yang ternyata bukan hanya gape di ruang klinik tapi juga gape bernyanyi. Suara altonya bener bener bikin sirik. Kok bisa ya, ada orang cantik, pintar, baik hati dan bersuara bagus sekaligus (ha!).

Ini memang konser reuni. Bukan penampilan kompetisi choral music choir. Aku merasakan persahabatan dan kehangatan penampilan Impromptu Singers. Aku bahkan terinfeksi oleh penampilan mereka. Sungguh, aku lupa semua sakit dan memang musik selalu jadi obat terbaik bagi jiwa.


Thank you for the music, the songs I'm singin Thanks for all the joy they're bringin Who can live without it, I ask in all honesty What would life be? Without a song or a dance what are we? So I say thank you for the music For giving it to me