11.2.09

Belajar Bahasa Inggris

"Aku lagi belajar, Mba", begitu katanya, ketika aku tanya kenapa dia masih ada di kantor sore-sore begini tanpa memasang musik apapun seperti yang biasa dia lakukan.

Jawaban yang bikin aku terdiam. Dia, seorang perempuan dari proyek tetangga dengan tugas seorang clerk. Dia membantu menerima telepon, mempersiapkan dan mengirimkan dokumen, membuat kopi atau teh untuk atasan atau tamu proyeknya. Di waktu senggang, dia asik dengan komputernya. Aku pikir, dia bermain game atau internet. Maklum, beberapa kali aku memergokinya sedang asik dengan permainan komputer.

Tapi ternyata tidak untuk kali ini. Dia berada di belakang komputer untuk belajar sendiri. Dia bilang dia belajar Bahasa Inggris. Ini membuat aku terkejut, karena aku tidak menyangka bahwa dia adalah seorang perempuan yang masih mau belajar Bahasa Inggris, secara mandiri pula. Dia tidak mau hanya berhenti sampai pada posisi dia sebagai janitor.

Aku tidak bisa menjelaskan kenapa aku merinding waktu dia bilang sedang belajar. Barangkali karena aku sudah lama sekali tidak lagi belajar. Keinginan sih segunung: belajar menulis Bahasa Inggris lebih baik lagi (teteh......!!!!), belajar memotret khusus (mudah-mudahan ini tidak sekedar rencana, aku sudah tidak sabar ikut kursus itu), belajar main piano (pop saja, sebagai ambisi yang tidak pernah berakhir), belajar Bahasa Spanyol (bahkan aku tidak memanfaatkan 6 bulan serumah dengan seorang "native"). Semua itu menuntut aku meluangkan waktu secara khusus, berkomitmen untuk mencapai kemampuan tertentu, untuk menjadi aku yang lebih baik lagi.

Jadi, mari belajar?