28.1.09

Pria Pemimpiku

Bermimpi pun tidak, bahwa aku bisa kembali melewati 24 Januari bersamanya. Aku takut kecewa. Aku memilih untuk tidak bermimpi.

Tapi dia tidak pernah berhenti bermimpi. Tentang banyak hal. Tentang hasrat, tentang hidup, tentang kerja, tentang banyak hal. Mimpi yang selalu diletakan begitu tinggi, tapi tidak terlalu tinggi sehingga masih selalu terlihat oleh mata. Mimpi yang menjadi api, yang membakar energi dan menjadikannya berbagai kerja.

Berawal dari berbagai mimpi, banyak hal dia wujudkan. Satu demi satu. Perlahan tapi pasti. Tidak jarang, dia harus berhenti sejenak mengumpulkan energi yang habis sambil memandang pasti mimpi-mimpi di depan mata.

Dia pria pemimpiku, yang tidak pernah berhenti bermimpi dan terutama tidak pernah berhenti hanya sampai mimpi tetapi terus berkarya untuk membuat mimpi itu menjadi nyata.

Aku pun tidak takut lagi untuk bermimpi, bersamanya.



Selamat ulang tahun, mudah-mudahan kita bisa terus berbagi mimpi dan karya dan kasih.