3.1.09

Halilintar 2008

Kalau berkesempatan main ke Dunia Fantasi, cobalah naik "halilintar". Sebuah roller coaster. dan sekaligus pemompa adrenalin terbaik di tempat itu. Beberapa detik pertama adalah perjalanan awal yang "biasa-biasa" saja. Meluncur datar dan tidak terlalu cepat. Kemudian kereta akan beranjak naik dengan tempo lambat. Dari situ, kereta meluncur kencang kebawah. Duh, aku bisa merasakan jantungku berdebar kencang dan suaraku berteriak kencang. Sesampai di bawah, kereta diputar dalam tempo cepat. Dalam waktu cepat, kereta kembali ke stasiun awal dan berhenti. Cepat sekali, semua terjadi.

Seperti tahun 2008.

Pekerjaan lama dengan segudang tanggung jawab baru (terimakasih buat (mantan) boss yang memutuskan keluar *sigh*). Sebuah liburan panjang keliling Asia Tenggara yang membuat aku hitam gosong. Kecanduan facebook. Menikmat potret memotret. Keluar rumah dan menempati tempat tinggal baru. Sebagian besar di luar rencana dan tidak pernah aku duga. Terjadi dalam kecepatan tinggi lengkap dengan tikungan-tikungan yang membuat aku deg-degan sepanjang tahun.

Hubunganku dengan orang-orang yang aku kasihi pun tak luput dari "naik" dan "turun" dalam tempo yang berbeda-beda. Keluarga, sahabat dan tentu saja abang. Mereka adalah hal terbaik dalam hidupku. Mereka memberikan aku air mata karena bahagia, sedih, sukacita, marah, kecewa dan air mata penuh ucapan syukur. Hubunganku dengan DIA juga melewati titik terendah dan tertinggi. Ini sebuah perjalanan panjang yang masih harus aku jalani untuk terus menuju titik tertinggi.

Rasanya seperti baru kemarin saja memulai 2008. Membuat tujuh resolusi yang merupakan lemparan dari Leon. Tiba-tiba, aku sudah harus mengucapkan selamat tinggal kepada 2008!

***

Di penghujung tahun, aku dan keluarga memutuskan untuk melewati Natal di Bali. Berada di salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia bahkan dunia, kami lebih dari sekedar bersenang-senang. Kami melewati beberapa pertengkaran hebat. Tapi... tahukah kamu, bagaimanapun kami bertengkar, kami selalu kembali tertawa-tawa dan berpelukan! Cinta mengatasi semua itu.

Sebuah penutup tahun yang manis untukku. Sebuah jaminan bahwa sekalipun tahun 2009 masih akan menjadi perjalanan halilintar tersendiri, cinta akan tetap menjadi kekuatan bagiku. Bukan saja dari orang-orang yang aku kasihi dan juga mengasihiku, tetapi terutama dari DIA yang BESAR dan PENUH KUASA yang mengasihi setiap kita tanpa syarat.

Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru. Mari ngantri naik halilintar lagi...yuuukkk....