5.11.08

Di Luar Lagi Hujan, Loh!

Rabu dan Sabtu lalu, aku berada di dalam ruang pameran yang besar dan nyaman, tanpa jendela. Pada satu saat, aku melihat beberapa orang yang datang berambut basah. Ternyata di luar sana, hujan sudah deras ditambah dengan angin kencang. Kalau tidak ada orang yang kebasahan itu, aku sama sekali tidak tahu tentang apa yang terjadi di luar sana.

Aku jadi teringat sebuah ruang kerja yang terdiri dari sekitar 10 orang di sebuah instansi pemerintah. Untuk mengetahui cuaca (atau kabar apapun di luar gedung), situs detik menjadi referensi! Jadi nanti keluar kalimat,”eh, kata detik di luar lagi hujan deras loh.”

Sama saja dengan jalan-jalan di mall-mall yang menjamur di Jakarta. Aku bisa asik melihat-lihat ini itu, window shopping dengan rasa nyaman. Eh, sewaktu mau pulang aku baru mengetahui bahwa di luar sana hujan deras sekali. Berhubung aku harus berjalan kaki, buru-buru cari tukang jualan payung deh.

Berada dalam ruangan super nyaman tetapi sayangnya tanpa jendela untuk melihat ke luar ruangan membuat kondisi di luar ruangan sama sekali tidak diketahui. Hujan, panas, angin atau apapun menjadi tidak diperdulikan, sampai kondisi mengharuskan kita keluar ruangan. Biasanya, kalau tidak mesti mesti amat, aku akan memutuskan diam di ruangan sampai cuaca jelek apapun itu berhenti. Sial memang kalau mau tidak mau harus tetap keluar dari ruang nyaman itu. Berbeda dengan berada di dalam ruangan dengan jendela. Cuaca mendung bisa segera diketahui. Ini mendorong aku menyusun rencana, apa mau pulang selagi mendung dan belum hujan, atau lebih baik meneruskan pekerjaan karena tokh sebentar lagi hujan.

Kenyamanan tanpa ruang untuk melihat di luar ruang kita, memang bisa membutakan. Dari waktu ke waktu, perlu melihat ada apa di luar sana.