13.8.08

Obat Pahit Pengobat Luka

Pada dasarnya aku ini ceroboh dan suka asal, tidak heran kalau sering sekali luka. Tetapi sebetulnya, sudah sekian tahun ini aku mencoba super berhati-hati supaya tidak mudah terluka, tapi apa daya, tetap saja terluka.

Beberapa waktu lalu, aku kembali terluka. Padahal luka sebelumnya belum lagi kering, sedang gatal-gatalnya ingin digaruk. Eala, tetap saja, di lokasi yang sama, aku kembali terluka. Mungkin karena sudah berkali-kali, aku tidak terlalu kaget, tetapi sakitnya tetap luar biasa. Bahkan mungkin lebih sakit dari yang dulu-dulu, maklum di tempat yang sama, bo, dan mugkin lebih sakit karena aku kesal bahwa aku sudah membiarkan diriku terluka dengan mudahnya.

Kali ini, aku tidak mau membiarkan luka itu mengering dengan sendirinya. Aku takut, kalau dibiarkan terluka akan ada infeksi. Biasalah, kalau di luar sana kan banyak kuman pengganggu.

Kali ini, aku mengambil berbagai upaya untuk menjamin luka itu tidak kena infeksi, dan bahwa luka itu akan lebih cepat mengering. Bekasnya pasti ada, mau diapain lagi. Tidak apa-apa, biar jadi pengingat terhadap kebodohan diri.

Obat ini sakit luar biasa, setiap hari aku harus menahan diri menahan sakit. Konsentrasi di tempat kerja sulit dilakukan, tetapi aku yakin kalau luka sudah sembuh, aku bisa berkonsentrasi seperti biasa.

Penyebab luka sebaiknya dilupakan, mau ditabok juga sudah susah, sudah bawaan orok katanya.