22.7.08

Kembali Ke 25

Kalau ada mesin waktu, dan aku bisa kembali ke masa lalu, aku mengalami kesulitan untuk memilih ke umur berapa. Ada banyak umur yang ingin aku kunjungi ulang. Banyak sekali. Kalau memang harus betul-betul memilih, aku pergi ke umur 25 saja deh!

Angka yang bagus, bukan? 25

Aku awali bersama sahabat-sahabat dari berbagai negara, dan justru jauh dari keluarga. Aku membuka hari itu di sebuah kamar di lantai 7, diselingi oleh berbagai telepon jarak jauh, sambil berbagi cerita dan doa untuk mebuka hari itu dengan seorang sahabat terbaik, Pawel. Ketika aku kembali ke kamarku, ternyata teman-teman sudah menghias kamarku sedemikian rupa dan memberi berbagai kejutan. Aku menutup hari pertama di umur 25 tahun itu dengan sebuah makan malam kecil di rumah sendiri, dengan nasi kuning lengkap untuk para sahabat. Pesta besar baru dilakukan di akhir pekan, bersama dengan lebih banyak teman, menghabiskan waktu semalam suntuk untuk bersenang-senang.

Tentu saja, angka 25 menjadi berarti bukan karena perayaan hari ulang tahun, tetapi karena berbagai hal yang terjadi yang membawa perubahan besar dalam hidup aku.

Untuk pertama kali, aku hidup jauh dari keluarga. Untuk pertama kali, aku memiliki lingkungan pertemanan yang begitu beragam. Untuk pertama kali, aku dihadapi oleh kebebasan yang nyaris mutlak tetapi sekaligus membuat aku lebih menghargai makna tanggung jawab. Untuk pertama kali, aku merasa menjadi perempuan yang yakin dan sangat memanfaatkan (!) semua hal baik (dan, ehm, buruk) yang ada di dalam diriku.

Empat musim. Tinggal sendiri. Pesta rutin. Bacardi Breezer. Wine. Dudok. Sepeda tidak henti. Mencinta kereta api. Long coat. Sepatu boot tinggi. Stocking. Taman. Museum. Eropa. Van Googh. Ciuman lembut. Ciuman berhasrat. Kohanye. Po Polska. Tram. Albert Heijn. Erasmus. Tulip. Patat. Richard Meier. Rem Koolhas. Koningindag. Lantai 10. Lantai 7. Basement.

Kepingan hati yang tertinggal dan barangkali memang sengaja ditinggal disana. Sebuah tempat dimana aku menghabiskan hampir semua hari di usia itu, di angka 25.

Kamu sendiri, ingin kembali ke umur berapa? Dita, Kiki, Dinda, Inka dan Hera, aku ingin tahu jawaban kalian, nih!

ps: Din, makasih buat paksaannya ya. Seru kok seru!