25.6.08

Mata Melihat, Akal Memaknai

Apa yang ada di depan mata, bisa jadi bukan merupakan gambaran sebenarnya tentang sesuatu yang sedang terjadi.

Seperti kacamata kuda, kita melihat yang di depan mata, tetapi yang ada di sisi kiri dan kanan bisa terlewatkan. Seperti kungfu panda, ketika Po sang panda mau mengintip pemilihan kungfu dragon, di sebuah lubang bulat di tembok benteng, Po tidak bisa melihat terlalu luas dari lubang yang terbatas itu. Seperti ketika menelepon dengan telepon yang memiliki kamera di atas layar monitor ditambah jaringan 3G yang kuat, kita bisa melihat muka orang yang kita ajak ngobrol, tapi tidak bisa melihat situasi di sekitar orang tersebut, kecuali memang diperlihatkan oleh orang tersebut.

Semua tergantung kepada pencitraan yang disodorkan di depan mata, dan besar wilayah intip yang diberikan untuk melihat pencitraan itu.

Melihat berbagai kegiatan aksi dan kemarahan yang bikin kesal dalam konteks yang lebih besar untuk bisa memahami penyebab kegiatan itu bisa jadi terlupakan. Hanya rasa kesal yang tertinggal. Dan itu, memang sangat menyebalkan.

Mundur selangkah untuk melihat lebih jelas. Atau paksakan leher untuk bergerak lebih jauh dan menengok ke sudut kiri dan kanan. Ada apa sih disana?