14.5.08

Pembenaran Si Pemalas

Salah satu hal yang paling menyenangkan dari pekerjaan-pekerjaanku selama ini adalah bagian bepergian ke luar Jakarta, atau bahkan lebih sering lagi ke luar Pulau Jawa. Perjalanan ini seperti udara segar yang datang di saat aku sudah mulai kehabisan nafas dan mau meledak karena rasa bosan. Biarpun sudah beberapa kali mengunjungi tempat-tempat itu, aku tetap semangat loh.

Nah, untuk urusan yang satu ini, bagian paling tidak menyenangkan justru datang setelah perjalanan berakhir!

Urusan boarding pass, kuitansi pembayaran ini dan itu, plus sejumlah dokumen yang harus diberikan setelah sampai di Jakarta hanya sebagian kecil dari bagian yang sering bikin pusing kepala. Satu hal yang paling terasa adalah mailbox yang penuh membludak! Aku sebetulnya masih bisa cek email dalam perjalanan-perjalanan itu, tapi dengan koneksi yang seperti siput dan sangat tidak bisa diandalkan, aku hanya membuka email-email tertentu. Walhasil, sebagian besar email masih belum terbaca dan (terpaksa) masih disimpan di dalam mailbox. Tidak heran, pekerjaan pertama yang aku lakukan setelah menyalakan komputer adalah mendownload seluruh email. Senin kemarin, ada hampir 20MB email yang aku terima! Aku tidak sempat membaca seluruh email, hanya email yang masuk pada folder tertentu yang aku paksakan untuk dibaca.

Hari pertama kembali ke kantor tidak bisa dihabiskan hanya dengan membaca email, bukan? Daftar telepon yang harus dibuat sudah menunggu, janji pertemuan sudah dibuat. Apa mau dikata, semua menuntut perhatian yang sama, setelah hampir seminggu tidak ada di kantor.

Jadi, sebetulnya aku baru bisa memulai pekerjaan itu di hari kedua, itu pun sore-sore, karena pagi harinya dihabiskan untuk membalas email-email yang masuk, termasuk yang personal (kalau tidak begitu, aku bakal dikemplang sahabat-sahabat tersayang dong ah).

Aku mah tidak berminat membanggakan email yang masuk sebegitu besar atau banyak, justru sebagian besar yang masuk itu ternyata email sampah. Menyebalkan sekali! Sisanya email pekerjaan yang tentu saja selalu menyertakan file-file berukuran lumayan besar. Email personal sendiri tidak terlalu banyak, tapi membalas email personal -seperti biasa- memakan waktu lebih banyak daripada email pekerjaan. Lebih seru, sih!

Seharusnya, untuk setiap hari mission, ada satu jam cuti diberikan ya, untuk kasih kesempatan melakukan beberapa hal yang mentok tidak bisa dilakukan di lapangan. Lebih oke, untuk setiap mission, ada satu hari cuti untuk melakukan itu semua. Jadi, begitu selesai cuti, kita bisa mulai bekerja. Akan lebih oke, kalau ada mesin khusus yang menyimpan seluruh dokumen yang dibutuhkan sebagai laporan perjalanan (aku sudah kehilangan dua kuitansi, nih, padahal sudah aku simpan baek-baek loh).

Tapi, tunggu dulu. Aku kembali dari Gorontalo hari Sabtu, berarti ada Sabtu siang-sore dan sepanjang hari Minggu untuk beristirahat dan menulis hasil perjalanan ke lapangan. Hmmm, kalau semua baru selesai tadi siang, astaga, berarti aku memang pemalas berat. Hihihihihihi. Betul-betul terasa seperti ingin meninggalkan semua tumpukan di depan meja dan kabur ke lapangan lagi. Yuukk.