18.4.08

Tantangan Pekerjaan

Menurutmu, pekerjaan yang menantang itu seperti apa sih? Tentunya bukan pekerjaan yang menantang maut saja yang layak disebut menantang. Itu tuh seperti pekerjaan stuntman atau melatih binantang buas. Ehm, kok yang ada di otak aku malah pekerjaan itu ya.

Ayo, coba lihat surat lamaran, pasti banyak deh yang menulis "menyukai tantangan" di dalamnya. Terus, nanti pas diwawancara dengan sigap menjawab,"saya menyukai tantangan." Waw. Terlihat keren mengundang dan meyakinkan. Padahal, tantangan seperti apa yang akan dihadapi belum terbayang, dan tingkat kesulitan seperti apa yang akan ditemui belum dipikirkan.

Harus bangun pagi setiap hari, bisa jadi tantangan terbesar untuk bekerja. Terlalu remeh? Tidak juga, loh! Kalau kamu pengidap sulit tidur, untuk bisa bangun pagi itu pasti tantangan besar. Jadi, boleh dong bilang,"pekerjaan saya menantang, soalnya saya harus bangun pagi setiap hari." Tidak usah malu, tidak usah takut. Sah saja untuk bilang seperti itu, tokh?

Bagaimana dengan pekerjaan yang *katanya* tidak ada tantangan. Tinggal datang ke kantor, salam kiri kanan, duduk, nyalain komputer, bikin kopi, kembali ke meja, main facebook sampai sore (ehm, kalo main puzzle di facebook itu menantang bukan ya? hihihi). (Terlihat) menggiurkan bukan? Lakukan itu 5 kali seminggu, 20 hari sebulan dan entah berapa hari deh dalam setahun. Hmmmm, kalau aku dijamin bosan setengah hidup *senyum sajalah*.

Sialnya, tantangan itu kadang-kadang memang bikin berdarah-darah. Dalam artian sesungguhnya, atau kiasan. Waktu tantangan lagi ada di depan mata, bohong besar deh kalau aku bilang aku tidak takut dan menikmatinya. Sumpah, menyeramkan dan bikin deg-degan. Kesadaran bahwa ini adalah tantangan semata dan bukan berarti dunia sudah berakhir yang membuat aku lebih tenang menghadapi tantangan itu. Tenang, tapi bukan berarti tanpa caci maki dan sumpah serapah, sih.

Bekerja menghadapi tantangan, membuat aku belajar untuk bekerja dengan berpikir dua sampai tiga langkah ke depan. Berpikir lebih tenang, berani mengambil keputusan dengan segala resikonya. Itu tantangannya. Harus berani mengambil resiko, tetapi bukan asal kena resiko ya. Bertemu tantangan, harus punya strategi. Resiko selalu ada!

Nah, kamu sendiri, apakah pekerjaanmu menantang?