7.4.08

Konsisten

Menulis blog, adalah kegiatan asik-asik aja. Bisa dilakukan kalau ingat, kalau sempat, kalau ada ide, kalau ada koneksi dan kalau-kalau lainnya. Tidak ada keharusan seperti laporan kegiatan yang harus dibuat per tiga bulan, atau tidak seperti laporan pajak yang harus dibuat setiap tahun. Kalau lama tidak menulis, palingan akan ada yang bilang,"update dong". Wah, kalau ada yang komentar seperti itu musti bersyukur loh. Berarti ada yang baca blog, dan ada yang kangen dengan tulisan di blog itu.

Hanya saja, walaupun aku beri label "asik-asik aja" sayang sekali kalau media ini hanya dipakai untuk tulis menulis urusan gak penting. Tidak salah sih, tetapi kalau bisa lebih dari sekedar itu kenapa tidak?

Sekilas aku membaca tulisan-tulisanku di hari-hari pertama blog ini. Sampai urusan pergi kesana dan kesini pun pasti aku tulis. Cara penulisan sangat mirip dengan cara aku berbicara. Loncat sana, loncat sini. Menyesal? Tidak, dong. Justru aku menikmati setiap proses yang terjadi. Aku merasa blog ini betul betul "aku banget". Tulisan di sini menggambarkan aku yang juga -ternyata- berubah, walaupun ada tetap ada hal-hal yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah.

Aku sendiri lebih sering menulis ketika emosi sedang kuat. Entah itu senang atau marah. Tidak terlalu tergantung waktu, karena tidak jarang aku semangat menulis di saat deadline pekerjaan. Biasa, mengalihkan perhatian dari kebosanan menyusun laporan. Jumlah tulisan biasanya menurun ketika aku sedang melakukan perjalanan, berpindah dari satu kota ke kota lain. Biasanya, banyak sekali ide menarik untuk ditulis, tetapi tidak pernah berhasil tertulis.

Dan akhirnya ide itu hanya menjadi tulisan angan-angan. Penyebab utama menurutku bukan karena tidak ada waktu dan bukan karena tidak ada koneksi. Penyebab utama ide hanya menjadi tulisan angan-angan adalah rasa malas. Iya, malas untuk mendisiplinkan diri untuk meluangkan waktu dan berlatih menulis. Bukan sekedar tulisan curcol (curhat colongan) asal jadi, tetapi tulisan yang bisa bercerita dengan runtut tentang apa yang ada di pikiranku, dan juga bisa dibaca dengan enak (emang makanan doang yang harus enak?).

Menulis memang mudah tetapi konsisten dalam menulis itu sulit dan lebih sulit lagi untuk tetap konsisten menulis lebih baik! Menurutku kuncinya ada di disiplin, mau terus belajar dan rendah hati menerima kritik yang seringkali bikin mangkel dan pengen nendang orang. Kunci itu ada di dalam diri sendiri, dan bukan ada di orang lain.