24.1.08

24 Januari 2008

Taukah kamu, bahwa ada teori yang mengatakan bahwa tanggal 24 Januari adalah hari paling buruk dalam setahun, "the worst day of the year"?

Ternyata ada hitung-hitungannya kenapa tanggal 24 Januari mendapat predikat itu. Ada tujuh hal yang dianggap mempengaruhi suasana hati jadi gak keru-keruan: cuaca (W), hutang (D), gaji bulanan (d), waktu setelah Natal (T), waktu setelah gagal melakukan niatan berhenti sesuatu seperti berhenti makan malam yang enak-enak (Q), tingkat motivasi yang rendah (M) dan kebutuhan untuk ambil tindakan (NA).

Saking parahnya, ada loh divisi SDM yang memberikan peringatan ke perusahaan untuk meperhatikan pegawai-pegawai yang bisa jadi bakal bete berat pada hari itu. Kalau urusan SDM, musti tanya nana, tuh!

Jangan tanya sama aku bagaimana model itu bisa menghasilnya kesimpulan tanggal 24 Januari adalah hari bete sedunia. Aku tahu, bisa jadi hari ini cuaca mendung, tagihan-tagihan sudah datang, hari gajian masih lama (apalagi buat aku!), di hari Natal kemarin uang habis dengan cepat dan makanan-makanan enak menghasilkan celana yang kesempitan, tidak konsentrasi bekerja karena motivasi rendah (salahkan bulan purnama lagikah?) padahal laporan-laporan itu sudah ditunggu. Ini semua memang bisa membuat aku senewen dan uring-uringan. Tapi pada akhirnya, cuaca memang akan selalu berubah, pekerjaan akan selalu ada, timbangan selalu naik turun, dan konsentrasi memang harus selalu diusahakan.

Buat aku, dengan atau tanpa hitung-hitungan, tanggal 24 Januari adalah salah satu hari paling tidak bete sedunia. Justru kebalikan dari teori di atas tadi.

Hitung-hitungan aku bilang tanggal 24 Januari adalah hari bahagia! Variabel penentu hanya satu, yaitu Abang. Dialah yang membuat aku menunggu-nunggu hari ini. Dialah yang membuat aku menikmati hari ini. Dialah yang membuat aku melihat hari ini sebagai hari ucapan syukur. Kami menghabiskan tanggal 24 Januari dengan cinta. Banyak cinta.

Ini hari ulang tahunnya.

Selamat hari ulang tahun, Abang! The gifts belongs to whoever wishes to accept it. All you have to do is believe and not be afraid of making mistakes (diambil dari By the River Piedra ISsat Down and Wept - Paulo Coelho)