8.1.08

Bertemu Berkualitas

Seminggu sudah tahun 2008 dijabanin, hari-hariku penuh dengan pertemuan-pertemuan yang umumnya berlangsung di tempat makan.

Ketemu Kiki yang akan pindah koordinat ke arah selatan. Makan sambil berbelanja dan cuci mata di toko-toko buku itu. Aku dan dia, bisa sering sekali ketemu, tapi juga bisa agak lama tidak saling kirim kabar. Kalau yang terakhir sampai terjadi, ketahuan deh, dua-duanya sedang sibuk dengan pekerjaan kantor.

Akhir pekan menyenangkan bersama abang. Sarapan di warung kopi andalan. Secangkir kopi spesial phoenam dan sepiring nasi kuning. Komposisi yang tidak pernah gagal memberikan pagi terbaik. Berbicara tentang banyak hal. Barangkali matahari yang memutuskan bersinar membuat kami mampu membicarakan ini itu yang selama ini terlewat. Bisa jadi, komposisi kopi dan nasi yang tepat membuat kami bisa tertawa sekaligus menangis.

Teteh adalah salah satu orang yang banyak menemaniku mencari tempat-tempat tongkrongan terbaik di kawasan tengah. Tukar cerita sudah dimulai sejak hari pertama 2008 di kota ini. Tempat pertemuan terus berubah. Topik pembicaraan ada begitu banyak. Tidak pernah habis. Ada saja yang bisa diceritakan. Hal serius, hal tidak serius. Hal penting dan hal tidak penting tetapi jadi tampak penting untuk dibahas. Rasanya, selalu ada waktu yang tepat buat bertemu.

Hari Minggu, calon ibu ini ikut bergabung. Menikmati dan memenuhi keinginan hati makan yang manis-manis, sembari melihat dia menikmati kembali gemerlapnya kota yang hingar bingar ini. Selamat datang kembali ke peradaban ya!

Satu yang berbeda adalah pertemuan dengan Leon. Hmm, katakan saja, sepupuku. Teman masa kecil, dimana kami sering bergantian menginap. Rumah kami memang tidak terlalu jauh. Tapi itu dulu. Usia dan kesibukan membuat kami jarang berkomunikasi. Beberapa waktu lalu, kembali berhubungan. Dan, gosh, menyenangkan sekali. Berbicara ngalor ngidul, sesekali bernostalgia sambil menceritakan kehidupan yang dijabanin sekarang ini.

Bukan sekedar jumlah pertemuan yang menjadi ukuran kualitas pertemuan. Ini klasik. Ada pertemuan yang biarpun sering dilakukan tidak ada maknanya. Tetapi ada satu atau dua pertemuan yang walaupun sesekali, punya dampak yang besar. Dengan beberapa sahabat, bertemua dua kali seharipun sah, bahkan rasanya tidak pernah cukup. Ada orang-orang tertentu yang walaupun selalu berupaya membuat janji tetapi kok tidak pernah bisa terjadi. Dan, sedikit orang lagi yang hanya bisa bertemu sesekali, tetapi setiap pertemuan begitu menyenangkan dan pembicaraan bisa berlangsung dengan santai dan aku sangat menikmatinya.

Terkadang, bertemu dengan orang yang tidak tinggal sekota atau bahkan tidak tinggal satu negara lebih mungkin terjadi ketimbang bertemu dengan orang yang tinggal sekota atau bahkan searea. Lebih ngotot untuk bisa bertemu karena jarak yang jauh dan kemungkinan bertemu yang sangat kecil, jadi setiap ada kesempatan langsung dimanfaatkan. Heran, dengan mereka yang dekat, seringkali dianggap akan mudah bertemu. Ucapan,"nanti ketemuan, ya" sering jadi janji yang basi karena tidak pernah diikuti dengan telepon atau sms atau email untuk betul-betul bikin janji karena,"gampanglah, sering ketemu ini."

Ada pertemuan yang harus dilakukan. Ada pertemuan yang tidak perlu dilakukan. Ada pertemuan yang membutuhkan komitmen untuk bisa dilakukan sebagai bentuk komunikasi.

Bagaimana dengan kamu?


Malam ini, aku menunggu bertemu teman-teman dari kursus nulis dan ini oleh-oleh dari kongkow-kongkow seminggu ini, teman-teman di tiap pertemuan yang tadi aku ceritakan.