21.7.08

Sahabat Terhebat

Ternyata, teman-teman akan selalu menjadi bagian penting dalam hidup aku. Tidak mungkin aku bisa selamat melewati tiga minggu terakhir ini tanpa mereka. Kegilaan di tempat kerja, berbagai "mission impossible" yang harus dilakukan, tanggung jawab yang bertambah-tambah ditambah berbagai drama kecil dan besar yang mewarnai tiga minggu terakhirku menjadi bisa aku lewati karena mereka.

Kali ini, aku punya teman-teman gila di tempat kerja. Orang-orang baru yang mengisi meja-meja yang selama ini kosong melompong. Kantor lama dengan judul yang lama, tetapi sebetulnya ini adalah sesuatu yang baru, dengan tim yang baru. Menyenangkan rasanya mendengar berbagai celetukan dari kiri dan kanan, punya rekan kerja untuk berbagi kerja. Memang masih masa masa bulan madu, tapi mudah-mudahan tim ini memang tahan uji dan tahan banting.

Di luar jam kerja, ada orang-orang gila lain yang siap sedia menampung 1001 curhat colongan gak penting. Bertemu larut malam. Ditemani makanan Jepang, wine, dan gosip seputar dunia pertemanan, kerja dan tentu saja dunia blog yang tampak bertambah aneh (ya, terlalu banyak ratu drama di luar sana, dan terlalu banyak orang yang masih terkaget-kaget dengan kekuatan blog, dan terlalu banyak orang yang terlalu serius menghadapi semuanya).

Beberapa sahabat terbaikku hanya bisa aku kontak melalui dunia maya. Email, YM dan sms menjadi alat paling manjur. Itupun, tidak selalu bisa dilakukan dengan mudah. Aku, lebih sering baru bisa menarik napas dan berada di belakang meja setelah sore, dengan setumpuk tugas yang menanti untuk diselesaikan. Mereka adalah sahabat yang sudah teruji oleh waktu.

Adik-adikku juga menjadi sahabat yang luar biasa. Tabah menghadapi emosi yang naik turun. Sabar menemani aku. Setia mengingatkan ini dan itu. Mereka bukan cuman adik, tapi juga sahabat terbaikku, seperti juga seorang abang yang bukan sekedar abang, tetapi juga sahabat yang selalu siap menjadi pasang ketika aku surut dan menjadi surut ketika aku pasang.

Tulisan mengenai sahabat adalah salah satu yang paling banyak mewarnai blog ini. Tetapi memang, tanpa mereka, sulit rasanya melewati banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Karena mereka, aku merasa punya kekuatan lebih untuk menghadapi hari demi hari. Bisa jadi, ini "basi" banget buat banyak orang, tapi mau gimana lagi, aku merasa perlu untuk bilang pada mereka semua, betapa aku berbahagia dan bersyukur bisa menjadi sahabat mereka (itu termasuk kamu yang tetap mau meninggalkan pesan disini, padahal aku belum sempat merespon komentar-komentar kamu).

Ada satu sahabat yang paling setia, tidak pernah gagal dan selalu menepati janji. DIA, sahabat yang selalu bisa aku jadikan tempat curhat kapanpun aku perlu, selalu bisa memberi kekuatan di saat aku begitu lemah. Menemani aku di malam-malam di kamar hotel yang sepi, mengajak aku berdiskusi di tengah penerbangan yang kadang kurang bersahabat, dan juga membisiku aku bahwa DIA selalu ada ketika aku merasa sudah tidak mungkin menyelesaikan apa yang ada di depan mata. SAHABAT SETIA, terimakasih ya!

Kamu sendiri, siapa sahabat setiamu?