2.7.08

Gelap Menjadi Terang

Untuk menakut-nakuti adik bontot, aku dan adik-adik lain sering memantikan lampu kamar mandi. Tujuan utama, jelas membuat takut si bontot. Biasanya, dia nanti berteriak-teriak marah, dan kami kakak-kakaknya kabur sambil tertawa-tawa. Jahat ya (Maaf ya, Di, kan sekarang kami semua selalu ada buat kamu). Kejailan ini jelas tidak berlaku buat anak kecil yang justru terbiasa gelap-gelapan.

Beberapa orang, memilih mematikan lampu selagi tidur. Alasan mereka, kamar yang gelap menjadikan mereka mudah tidur. Aku sebagai orang yang doyan tidur, lampu nyala atau mati tidak memberi pengaruh, deh. Kalau memungkinkan, aku memilih mematikan lampu waktu tidur, tetapi dengan jendela yang tidak tertutup. Enak banget tuh pas bangun, langsung bisa melihat sinar matahari.

Barangkali, pada dasarnya aku ini penakut ya, tidak terlalu suka ruangan gelap, walaupun untuk kamar tidur, aku juga tidak suka lampu yang terlalu terang.

Ah, suka atau tidak suka ruang gelap tidak terlalu masalah, selama bukan karena urusan byar-pet listrik yang asik mati-hidup. Gak penting banget ya, cerita soal kamar gelap dan tidak gelap. Tapi gak apa-apa deh, daripada sibuk mikirin suka atau tidak suka jadi kekasih gelap, bukan?