23.5.08

Ruang Goler di Kantor

Sirik rasanya pada para perokok yang bisa punya alasan untuk keluar ruangan atau keluar gedung untuk bisa menghirup nikotin itu. Terutama di gedung yang memberi ruangan khusus bagi pecandu nikotin itu. Jangan salah, aku tidak betul-betul sirik bahwa dengan kotak yang sering tidak manusiawi dalam luas terbatas yang berisi asap-asap dari rokok-rokok itu. Aku hanya sirik kepada keberadaan alasan untuk keluar meja, dan keberadaan ruangan khusus walaupun minimalis.

Aku mendambakan bisa bilang, maaf aku mau ke ruang tidur/ baca/ sofa di depan sana. Kepala mumet, pengen baca buku sambil goler-goleran sebentar saja barang 10 menit. Kalau aku punya kantor sendiri, tidak cukup ada ruangan perpustakaan, tapi harus ada ruangan dengan sofa super enak lengkap dengan berbagai majalan terbaru dan mesin pembuat berbagai minuman.

Hmmm, bukan ide bagus, karena aku bisa berakhir ketiduran dan tidak bekerja ya. Sudahlah lebih baik hari Sabtu bangun lebih pagi, membaca berbagai majalah atau buku sambil bermalas-malasan di ranjang kesayangan. Berharap ada yang mengantar secangkir kopi hitam panas, pekat dan pahit. Syukur-syukur dengan peluk dan kecup.

Stop!

Kembali bekerja, tinggal sebentar lagi kok dan untuk kamu semua... SELAMAT AKHIR PEKAN!