24.3.08

Terimakasih Untuk Paskah Ini.

Kalau di dalam kelas, dan guru sedang asik bertanya satu-satu ke setiap murid, bisa dipastikan bunyi lonceng tanda pelajaran sudah selesai itu betul-betul melegakan. Saved by the bell. Teriakan, dalam hati atau tidak, sering dikeluarkan teman-teman sekelas. Untung tu lonceng bunyi juga!

Itu masih terhitung sepele. Aku menonton Entertainment (iya, doyan) yang tengah bercerita tentang pengalaman hampir mati yang dialami selebriti-selebriti. Salah satunya adalah pengalaman lolos dari kejadian 9/11 di Amerika sana karena dia terlambat naik pesawat. Aku tidak begitu ingat keseluruhan cerita, tapi bisa merasakan kelegaannya! Aku membayangkan, kalau saja keterlambatan itu gara-gara menunggu kawan yang super lelet beberes, bisa jadi sepanjang perjalanan dia akan mengomeli kawan itu (aku setidaknya akan begitu). Apalagi waktu tahu dia betul-betul terlambat dan tidak bisa naik pesawat lagi. Ugk, bisa-bisa nyaris putus persahabatan tuh (ehm, berlebihan). Tapi, begitu sadar keterlambatan itu membuat dia tidak ikut menjadi korban 9/11 yang ada hanyalah ucapan terimakasih. Gila aja kalau tidak berterimakasih untuk itu, kan?

Untuk urusan sepele, seperti seorang teman yang mengorbankan kepingan coklat mint terakhir, aku bisa sangat berterimakasih, loh! Bayangkan kalau ada kawan yang mengorbankan nyawa. Edan itu sih. Hari gini, masih musim ya mengorbankan nyawa untuk orang lain? Apalagi kalau orang lain itu jelas salah?

Tapi DIA melakukannya. Untuk aku, untuk kamu, untuk siapa saja yang mau mempercayai itu.

Aneh dan absurd, bahwa ada yang mau mati untuk dosa yang tidak pernah dilakukan. Tidak masuk di akal, kalau DIA yang tanpa dosa harus melalui kematian. DIA memang mati dan sudah bangkit. Dia sudah menang, dan itu juga kemenangan kita.

Itulah cinta yang tidak mengharap apapun. Cinta yang tulus untuk mereka yang dikasihiNYA. Tidak mungkin aku tidak berterimakasih. Ucapan terimakasihku bahkan tidak akan pernah mampu membalas apa yang DIA lakukan di sana, di Golgota. Tapi aku tahu, DIA mengerti.

CintaNYA setia.

Untuk itu, setiap hariku dan napasku adalah bentuk terimakasih.



Selamat Paskah