19.2.08

Terapi Belanja

Aku menyerah.

Aku memutuskan mengambil terapi yang selama ini lebih banyak aku ragukan. Memang, penganut terapi ini cukup banyak, tetapi selama ini aku merasa terapi itu malah membuat aku tambah sakit kepala. Pusing dan uring-uringan adalah akibat dari terapi andalan itu.

Tapi tidak untuk hari ini. Terapi itu manjur.

Tadi siang, kepalaku sudah terlalu pusing. Sejak pagi, relatif tidak ada sesuatu yang produktif yang berhasil aku lakukan (kecuali kalau menyelesaikan beberapa kuis di facebook dapat dikategorikan kegiatan produktif ya). Kerjaan sih jelas ada. Tapi, kemampuan untuk berkonsentrasi sedang berada pada titik terendah. Aku malah berakhir dengan memelototi layar monitor tanpa ada hasil apapun, kecuali kepala yang bertambah nyut-nyut.

Mau gila rasanya.

Jadi, aku memutuskan melakukan sesuatu. Harus dong! Apalagi dengan situasi hati yang sama gak keruannya. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat buku dan stationary lucu-lucu. Aku memutuskan untuk melakukan kegiatan itu. Aku pergi berbelanja. Aku mengambil terapi belanja!

Dua toko buku favorit jadi tujuan. Menghabiskan waktu kurang lebih sejam disana. Putar-putar dengan tenang. Melihat-lihat buku-buku baru. Menikmati barang-barang lucu yang ada disana. Membaca-baca sebentar. Termasuk membandingkan harga di dua toko itu untuk barang-barang yang sama. Hasil terapi adalah setumpukan buku dan tabungan yang semakin berkurang dalam jumlah yang signifikan.

Lega.

Tinggal cari waktu untuk membaca, nih :)