10.2.08

Tas Bawaan

Tidak sampai dua bulan, aku sudah harus kembali melakukan perjalanan. Ternyata, lama tidak bepergian membuat kemampuan beberes aku menurun. Aku akhirnya butuh 1 jam packing, dan itu tidak termasuk waktu melamun memikirkan apa-apa saja yang harus aku bawa, dan bahkan tidak termasuk waktu yang dibutuhkan untuk membeli satu tas hanya beberapa saat sebelum berangkat.

Salahkan tumpukan kertas menjulang yang ternyata harus dibawa. Salahkan gulungan kabel demi kabel yang merupakan napas untuk berbagai barang elektronik yang harus aku bawa. Kali ini, buku bacaan harus dipilih matang, karena tas sudah penuh!

Rasanya, aku tiba-tiba tidak punya tas yang tepat untuk bepergian selama 3 hari. Tas punggung hitam yang biasa aku bawa mulai terasa sesak. Gara-gara itu, aku ngotot untuk cari tas sebesar bego untuk menampung dokumen-dokumen pekerjaan. Sudah bisa aku bayangkan tas itu harus berbentuk kotak, besar, kokoh, dan ada resluiting-nya. Berhubung hanya ada sekitar 20 menit, aku cukup puas dengan temuan sementara. Ini berarti ada alasan untuk belanja tas!

Ehm, rasanya untuk berbelanja tas dan sepatu, selalu ada alasan bukan?

Iya, aku selalu ngiler melihat tas. Besar, kecil. Resmi atau yang lucu-lucu. Ada banyak macam tas yang bisa dipilih, walaupun pemakaian lebih sering jatuh ke tas pilihan.

Inilah salah satu barang yang ingin aku miliki. Kalau ada waktu luang, yuk mari berbelanja tas, anting-anting lucu-lucu, gelang silver besar-besar yang cantik itu, agenda-agenda dengan halaman yang tidak bergaris, jam meja unik, kaca mata gaya, kotak-kotak penyimpan barang, kamera lomo atau d40 *nabung dulu*, dan aduh terlalu banyak barang-barang yang bikin aku nagih belanja belanji.

Ntar deh, pergi dulu ya. Nanti kalau sudah kembali, serbu toko-toko itu ya.

No comments:

Post a Comment