20.2.08

Berbagi Energi

Berada di kelas narasi, selalu membuat aku bersemangat. Sebetulnya aku sudah lupa bagaimana rasanya, sampai kemarin itu! Setelah pulang dari daerah Kebayoran Lama itu, aku begitu bersemangat.

Dua jam bersama Samuel Mulia dan juga teman-teman dari kelas narasi II. Kami mendengar, saling bertanya dan saling menanggapi. Buat aku, pertemuan semalam lebih dari sekedar mendengarkan Samuel Mulia. Kelas itu seakan-akan jadi "charger" buat aku.

Aku kembali bertemu teman-teman lama dari kelas narasi II. Well, sebetulnya kami masih sering bertemu satu sama lain. Minggu lalu pun aku baru saja bertemu dengan sebagian dari mereka. Hanya saja, ada sensasi yang berbeda dalam pertemuan di daerah Kebayoran Lama itu. Saat itu, kami semua punya hasrat yang sama. Kami ingin bisa menulis lebih baik. Kami punya kehausan yang mirip.

Barangkali itu, atau hal lain yang membuat ada banyak energi malam itu. Saling berbagi energi yang justru malah membuat aku merasa mendapat energi lebih. Aku bisa mengesampingkan hal-hal negatif yang beberapa hari terakhir terus menerus membayangiku.

Sewaktu Samuel bertanya pada Ei kenapa kami mau meluangkan waktu dua jam seminggu setelah bekerja, malam-malam, untuk datang kursus. Kok ya mau-maunya dan tahan ya? Aku pikir jawabannya memang ada pada energi yang ada pada tiap pertemuan. Bukan menguras energi, justru menambah energi untuk dapat melakukan banyak hal.

Malam yang menyenangkan.


Terimakasih algooth, ambri, buyung, ei, hagi, herni, mai, mba mona, nenden. Sayang sekali Jon tidak bisa bergabung, dan Coy berada di pulau seberang sedangkan Mba Kiki sibuk dengan para selebriti kondang. Untung Pantau masih memberi kesempatan buat kami untuk ikut kelas-kelas yang mereka adakan.



ps: kok jadi kayak ucapan terimakasih buat penerimaan semacam award gitu ya *ngakak*.

No comments:

Post a Comment