19.12.07

Janji Seribu Janji

Bayangkan, berapa juta kali aku mendengar janji "nanti akan saya berikan". Nanti dalam definisi super luas. Salah satu definisi nanti yang aku kenal darinya adalah "tidak pernah". Bahkan ketika aku mendapatkan janji bahwa besok aku akan mendapatkan apa yang aku cari, lebih sering itu berarti besok-besok.

Sekarang, posisi sedikit terbalik. Sedikit, karena sebetulnya posisi tetap sama, hanya saja dia butuh sesuatu dariku untuk bisa memenuhi janji lain. Sebuah kertas terdiri dari 6 butir penjelasan harus aku print untuknya. Sial, aku menghadapi masalah dengan printer. Kira-kira 10 menit aku habiskan untuk memperbaiki sambil bolak balik liat monitor.

Harusnya, sebagai orang yang mengerti arti "tunggu" dan "sebentar lagi", ia akan menjadi lebih sabar. Oh, ternyata hal itu membuat aku harus ditunggui sampai mata ketemu mata dan bahkan dengan seenak-enaknya memasuki wilayah aku tanpa ijin!

Ah, selama satu tahun terakhir aku musti bersabar-sabar menghadapi orang yang tidak bisa sabar 10 menit untuk sesuatu yang kemudian dikomentari,"udah, segini aja tokh".

Jedeng. Jedeng. Jedeng. Kepala bertemu tembok!

Blah. Ujian mental yang menyebalkan.