7.11.07

Pindahan

Satu minggu kemarin, sibuk bolak balik pindahan rumah. Dari rumah kontrakan kembali lagi ke rumah yang selama 5 bulan terakhir direnovasi. Bukan rumah sendiri tetapi rumah adik yang aku tumpangi. Sebetulnya, yang lebih banyak bolak balik adalah adikkudan keluarga ketimbang aku (yang lebih sering pulang malam karena cari kopi ketimbang pulang malam karena ngangkut barang).

Rumah itu awalnya hanya tempat persinggahan. Kalau ada anggota keluarga yang kebetulan harus bekerja di Jakarta, bisa tinggal disini. Ketika adikku memutuskan untuk tinggal disitu, rumah dirasa tidak cukup menampung anggota keluarga lain yang datang dan pergi ke Jakarta. Ditambah beberapa alasan lain, keputusan dibuat bahwa rumah perlu dibenahi. Renovasi yang memakan waktu dan biaya yang tidak kecil.

Masa-masa melelahkan. Memikirkan apakah rumah bisa seperti yang diinginkan. Kuatir apakah punya cukup biaya. Tidak sabar kapan rumah tersebut selesai dikerjakan. Tetapi ketika semua selesai, tidak sabar memasuki rumah baru dan mendandaninya.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketRumah, adalah dimana hatimu berada. Menurutku, diri sendiri adalah rumah yang paling nyaman. Hanya saja, selalu ada saat dimana rumah itu tidak bisa lagi menampung hal baru yang terjadi dan menjadi tidak lagi nyaman. Rumah tersebut harus bebenah. Itu butuh biaya dan waktu, kan? Barangkali, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sedikit, ada yang harus diganti, ada yang harus dirubah atau bahkan musti dihancurkan dan membangun yang baru.

Aku mencoba melihat diriku, membandingkannya dengan diriku di tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa hal yang secara sadar aku benahi, ada yang secara tidak sadar berubah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Seperti renovasi rumah, ada harga yang harus dibayar, ada waktu yang tidak sedikit, ada yang hilang, ada yang berubah, ada yang baru.

Atau barangkali, lebih baik rumah lama dijual dan beli rumah baru saja ya?