1.11.07

Tips Berkonsentrasi

Selama (terutama) 4 tahun terakhir, aku terbiasa bekerja dengan gaya kebut-kebutan, karena pekerjaan yang memang semua harus selesai secepatnya. Kerja 24 jam sudah biasa, tapi paling lama hanya sekitar 2 sampai 3 bulan dan kemudian berlibur (selama sebulan dua bulan juga, jangan sirik ya). Sekarang aku bekerja kantoran (lagi). Bertemu dengan beberapa pekerjaan rutin dan sering kali bertemu pekerjaan dengan target waktu yang tidak selalu mepet. Tidak jarang, aku sendiri yang buat target waktu itu. Catatan: kondisi ini sama sekali tidak berlaku dengan masa-masa laporan kuartal dimana semua "COB TODAY", seperti kata Dias. Bikin pusing kepala, deh.

Biar begitu, enak juga kalau pekerjaan itu sudah "deadline", mau tidak mau musti selesai sesegera mungkin. Bekerja jadi sangat fokus, dan pekerjaan lain bisa dikepinggirkan dengan alasan itu.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketKalau tenggat waktu masih jauh, dan ada beberapa pekerjaan dengan tingkat prioritas sebelas dua belas alias mirip-mirip, baru deh masalah bermunculan. Mana duluan yang mau dikerjakan? (Dulu aku gila jadwal dan ngotot banget bekerja sesuai jadwal, kesering dapat order dadakan membuat jadwal bisa dikesampingkan, deh) Walhasil, badan ada di kantor, duduk di meja kerja, mata menatap monitor komputer, tapi di layar yang terlihat malahan facebook. Hai, jangan ketawa, nanti ketularan, loh!

Kalau sudah kayak begitu, aku ingat beberapa tips dari Matthew Stibbe, terutama tulisan dia tentang cara berkonsentasi dalam menulis. Sebagian besar yang dia tulis, dan komentar terhadap artikel itu berguna sekali. Dari situ aku punya beberapa tips favorit dan ditambah dari pengalaman aku sekarang punya daftar beberapa hal yang bisa dilakukan supaya bisa lebih konsentrasi bekerja
  1. Datang sepagi mungkin ke kantor. Kalau jam kerja adalah jam 8, coba deh datang jam 7. Masih sepi, dan segar (di kantorku ditambah wangi lantai baru dipel). Cara ini cocok dengan pegawai kantor di Jakarta. Jalanan belum berubah jadi neraka jahanam yang menguras energi dan emosi. Kalau kerja di rumah, bisa bangun jam 5 pagi atau jam 6 pagi, tuh.
  2. Datang tidak dengan otak kosong. List pekerjaan sudah disusun di otak selama perjalanan ke kantor yang makan waktu 30 sampai 40 menit.
  3. Pakai metoda 15-5-3 yang aku dapat dari aspiring spirit. Kerja selama 15 menit tanpa interupsi, hadiahi diri sendiri dengan 5 menit break (biasanya aku pakai cek email, bloglines atau facebook), dan ulangi selama 3 kali. Dalam sejam, lumayan tuh ada 45 menit yang terpakai dengan baik. Ini cocok banget dengan aku yang fokusnya terlalu gampang berpindah *tersipu-sipu*. Bisa saja ini dirubah jadi 20 menit atau 30 menit ya.
  4. Tadi aku bilang, kalau break 5 menit aku pilih cek email, blogwalking atau facebook. Ini pilihan kegiatan yang sedikit ambisius memang. Lebih sering niat 5 menit berubah jadi 50 menit. Kalau aku sadar, aku lagi lemah niat, aku memilih 5 menit itu untuk melemaskan otot badan, jalan-jalan ke lantai bawah. Aku menghadiahi diriku dengan facebook di waktu makan siang atau setelah jam 5 sore nanti. Kadang, aku kasih sogokan untuk diri sendiri dengan email satu jam sebelum bekerja. Ini bisa dilakukan kalau aku datang jam 7. Syaratnya, di jam 8 aku sudah harus kembali bekerja.
  5. Beberes meja. Ini terbukti manjur. Terutama ketika konsentrasi betul-betul payah. Pada dasarnya, aku cukup rajin membereskan timbunan kertas, tapi tokh selalu ada ada saja kertas yang sudah tidak terpakai teronggok di atas meja atau bindex. Aku susun ulang kertas-kertas itu. Jangan ambisius membereskan kertas kalau tumpukan kertas itu setinggi satu meter. Bisa-bisa satu hari hanya membereskan kertas. Oya, pernah intip laci meja kerja? Coba lihat, ada berapa banyak sampah atau barang yang tidak pernah digunakan nongkrong disana.
  6. Membuat minuman penambah semangat. Tiap orang berbeda. Untuk aku, pagi hari paling manjur pakai kopi aroma. Kalau cuaca agak mendung, aku lebih memilih segelas hot chocolate, swissmiss pilihan utamaku. Teh (terutama mint) suka juga menemani aku, sayangnya teh mint kan jarang dijual dipasaran.
  7. Pergi berolahraga. Buat keringat sebanyak-banyaknya. Aku biasa memilih jam makan siang untuk kabur ke tempat fitness. Latihan kardio 40 menit biasanya malah membuat aku cespleng. Sehabis latihan, mandi air dingin. Ah, bayangkan jam 1 siang, tapi badan segar sehabis olahraga dan mandi. Siap tempur buat beresin pekerjaan deh.
  8. Kalau sudah mentok, mendingan sore-sore ketemu teman. Ini kegiatan paling menyenangkan yang tidak butuh alasan lagi mentok sama pekerjaan tetap sah dilakukan. Bisa sambil mengeluarkan sumpah serapah dari tempat kerja. Buat aku, ini cukup membuat aku berenergi untuk kembali ke kantor besok paginya, selama pulangnya tidak kemalaman. Tips ini bisa diganti dengan bermain dengan keponakan. Ah!
  9. Kalau masih mentok, cuti saja. Satu hari. Bisa dipakai berjalan-jalan, atau kalau aku bisa juga dipakai bekerja di Bandung. Ini resep personal yang manjur buat diri sendiri.
  10. Tips dari kamu deh. Punya cara favorit biar ada yang dihasilkan dari meja kerja dan bukan cuman menambah aplikasi di facebook?