3.7.07

Mobil Pembawa Pesan

Mobilku unjuk rasa. Ia menuntut aku kembali ke Bandung, hari Minggu kemarin. Negosiasiku dengannya hanya berhasil sampai pintu tol Cimahi. Aku dipaksa kembali ke Bandung, setelah berputar di pintu tol Pasirkoja.

Mobilku memaksaku menghabiskan hari Senin di Bandung. Sayangnya, bukan untuk berlibur. Setidaknya, bukan liburan aku, tapi liburan dia. Maklum, hampir 3 bulan, dia tidak memperoleh istirahat dan perawatan yang layak bagi sebuah kendaraan yang harus sering bolak-balik Jakarta-Bandung.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMobilku berhasil membuat aku panik. Karena kelakuan dia, membuat pekerjaanku di hari Senin terbengkalai. Barangkali, dia tersenyum dan berkata,"siapa suruh selama ini tidak mau menghabiskan waktu buatku." Bahkan ketika ia sudah mendapat beberapa perlengkapan baru, dia masih unjuk rasa. Selamat tinggal suhu adem di dalam mobil! Sampai aku kembali ke Bandung, tidak ada angin dingin. Dan, bayangkan perjalanan Bandung-Jakarta yang dilakukan di dalam ruang sauna. Dua jam (kurang sedikit) yang penuh keringat.

Mobilku bikin aku mau marah dan nangis dan kesal dan stress. Terbayang tumpukan pekerjaan dan laporan yang harus diselesaikan Senin kemarin.

Mobilku bikin aku kuatir akan terlalu banyak hal. Sampai pesan singkat yang panjang itu datang:

+62817230****
03-Jul-07
12:09
Hal kekuatiran.
Yesus berkata pada murid-muridnya. Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting daripada pakaian. Perhatikanlah burung gagak yang tidak menabur dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah.


Kamu, terimakasih.

Boss, tunggu laporanku sebentar lagi, ya.