26.3.07

Tandanya Mana?

Kata orang, hanya Tuhan dan supir bajaj yang tahu kemana bajaj akan berbelok. Ini merujuk ke fakta bahwa mereka bisa belak belok kapanpun tanpa memberi tanda. Kenyataannya, saat ini, sedikit sekali pengemudi mobil apalagi motor ingat untuk memberi tanda belok kiri atau kanan. Barangkali, mereka pikir itu lampu hiasan saja, dan tokh seringkali tidak dihiraukan.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMenyetir mobil dan memberi tanda lampu ke kiri, karena mau masuk ke bangunan yang ada di sebelah kiri, dijamin 1000% malah membuat motor di sebelah kiri malah bakalan tambah ngebut dan mungkin asik mengklakson. Bo, bukannya kalau ngasih tanda, mohon dikasih jalan gitu loh? Heran ya, padahal maksudnya kan memberi tanda untuk memberi tahu dan sekalian agak minta pengertian dan terutama minta jalannya. Tokh memberi jalan tidak akan bikin perjalanan jadi terlambat 1 jam gitu loh.

Jangan heran kalau kemudian sering ada tabrakan. Sebetulnya bukan tabrakan dalam artian benturan dua kendaraan. Beberapa kali aku melihat bahwa motor itu sering jatuh lebih karena kaget (karena ada mobil lain di depannya atau karena mobil di sampingnya berbelok), tidak siap dan juga tidak jago-jago amat nyetir, jadi gak heran kalau dia jatuh tergelincir. Kalau udah kejadian kayak gini, mobil akan selalu salah. Tips aku, mendingan langsung ke kantor polisi aja, diurusin di sana ketimbang diberesin di pinggir jalan ditengah berjubelnya orang (dan pengendara motor lain).

Hidup juga sering kali kayak gitu ya. Sudah ada berbagai tanda, bahwa kita harus belok kiri atau kanan. Sudah ada yang memberi tanda bahwa dia minta jalan untuk belok kiri atau kanan. Tapi, eh kok dihajar beybeh begitu saja. Entah karena tidak perduli tanda yang ada, atau karena (sok) terburu-buru, atau karena memang tidak bisa membaca tanda (dan juga tidak mau belajar untuk itu)?

Tolong deh beri tanda, kita gak semua tahu, dan juga tolong deh kalau ada tanda booo ya dikasih jalan!