14.9.07

Menjadi Sahabat

Sahabat adalah salah satu hal terpenting dalam hidupku. Tidak heran, para sahabat sering menjadi inspirasiku dalam menulis.

Persahabatan yang tidak dihitung dari jumlah telepon atau sms yang diberikan perhari, dan juga bukan dari jumlah pertemuan dalam setahun. Persahabatan tidak bisa dibuat dalam hitung-hitungan apapun, karena dalam persahabatan, hati yang punya peranan, dan hati mengatakan apapun yang dia mau.

Berat rasanya, aku kembali harus melepas dua sahabat terbaikku di tahun ini. Bukan putus persahabatan, tetapi karena mereka berdua akan berada beberapa ribu kilometer dari tempat aku berada saat ini. Butuh beberapa juta rupiah untuk bisa menemui mereka setidaknya selama beberapa tahun ke depan. Tidak mudah, walaupun teknologi memungkinkan komunikasi bisa berlangsung dengan lebih mudah ketimbang beberapa tahun lalu.

Aku bersyukur, atas sahabat-sahabat baru yang hadir dalam hidupku. Sahabat memang urusan hati. Sahabat tidak bisa dipaksakan, tidak bisa sengaja dicari, atau sengaja dibuat, sahabat akan menjadi sahabat, tanpa alasan.

Untuk kalian sahabat-sahabatku, aku sayang kalian semua, dan terimakasih sudah menjadi bagian dalam hidup aku (termasuk kamu-kamu yang tidak pernah terlihat disini, tapi justru menjadi sahabat-sahabat terbaikku beberapa bulan kebelakang ini).

Ini sebagian (kecil) tulisan tentang (sebagian) sahabatku :

Sahabat
Teman-Teman
Sahabat (bagian 1)
Sahabat (bagian 2)
Teman Malang
Biar Lambat Asal Bertambat
Muka Baru Teman Lama


No comments:

Post a Comment