18.7.07

Pinjam CV

Buat aku, dan teman-teman (tertentu), pinjam meminjam CV itu jamak. Biasa, untuk keperluan tender. Supaya dapat proyek. Pekerjaan bikin rencana tata ruang atau pekerjaan sejenis.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMeminjam. Karena CV itu memang diperlukan untuk tender. Konsultan mana, perusahaan mana yang punya orang-orang yang paling tepat, paling berkualitas, dan paling yang lainnya. Sering, dapat tender bukan berarti dapat kerjaan, bagi aku yang CV-nya dipakai. Maksudnya, kalau konsultan itu dapat tender, yang bekerja bisa jadi bukan aku yang CV-nya dipakai, tapi orang lain. Bisa jadi, tender itu bahkan di-subkontrak-kan lagi ke pihak lain. Makanya, istilahnya dipinjam.

Ada beberapa temanku yang ahli "menyulap" CV. Bukan menipu, tapi membuat CV itu terlihat lebih menjual. Mengganti kata, kalimat. Merubah kata kerja. Hal-hal seperti itu. Mereka, bisa melakukan dengan cepat, dan sering tidak lagi butuh konfirmasi, karena bisa menebak dengan jitu pekerjaan yang dilakukan si empunya CV.

Marah CV-nya dipinjam? Tidak. Tokh, aku juga pernah melakukan pekerjaan yang sebetulnya memakai CV orang lain untuk bisa "gol" proyek. Biasanya, aku anggap ini kayak investasi saja. Suatu waktu, biasanya kantor itu bakal kasih kerjaan kok.

Tapi, aku pernah marah besar, ketika CV aku dipinjam tanpa permisi. Pinjam meminjam, butuh etika. Dua perusahaan memakai CV aku, di posisi yang sedikit berbeda. Ricuh. Hanya satu yang permisi, dan tentu saja langsung bertanya kenapa aku tidak bilang kalau aku juga dipekerjakan oleh si pesaing. Jawabanku hanya satu,"aku tidak tahu kalau mereka punya CV aku, bahkan aku tidak tahu siapa mereka." Masalah ini diselesaikan dengan meminjam CV seorang teman, yang punya "jalur kerja dan sekolah" yang sangat mirip dengan aku.

Duh, susah nulis yang ini, sambil marah soalnya!

Setahuku, ada saja institusi pemerintah yang suka "iseng" mencek "konsultan". Dilihat kebenaran data di saat tender dengan pekerjaan. Ada juga tender yang mengharuskan pernyataan pemberi kerja sebelumnya, untuk membuktikan kebenaran CV. Itu hanya sedikit aturan, dan tetap bisa saja diatur.

Hari ini pinjam CV, barangkali suatu saat butuh pinjam hati nurani, moral dan etika?

CV = curriculum vitae, riwayat pekerjaan

No comments: