23.5.07

Menunggu Kepincut

Pada waktu aku terkena virus friendster, salah satu kegiatan bermain aku adalah otak atik profil. Biasanya bolak balik rubah isi "occupation". Akhirnya aku memutuskan menuliskan et cetera di kolom itu. One of several or many unspecified things. Dan lain-lain. Dan seterusnya.

Aku terlalu banyak mau, makanya bisa menuliskan bahwa pekerjaanku macam-macam. Bukan karena seringnya pindah pekerjaan, tetapi juga karena beragamnya yang aku lakukan.

Tiga tahun lalu, seorang sahabat mengkritik aku,"kamu tuh gak fokus, gimana sih, cobalah untuk fokus." Marah sekali waktu dia berkata seperti itu, di tempat parkir di sebuah warung kopi di Bandung. Dalam hati aku ingin bilang,"siapa sih kamu, baru kenal dua tiga bulan udah bisa bilang aku ini tidak fokus." Karena dia memang baru mengenal aku, waktu itu ya! Setelah emosiku sudah turun, aku bilang aku akan fokus. Serius nih, susah banget.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketTiga hari lalu, seorang rekan kerja dalam perjanan dinas yang untuk pertama kali kami lakukan bersama, dia bertanya tentang pekerjaanku sebelum pekerjaan saat ini. Aku hanya menyebut dua yang pernah aku lakukan, dia sudah berkomentar,"gue bingung, elu itu orang yang membingungkan." Gue cuman bisa bilang,"pegangan dong". Wajar sih, soalnya dua pekerjaan yang sempat aku bilang itu, sangat berbeda dan bertolak belakang dari jenis pekerjaan dan apalagi kalau dikaitkan dengan latar belakang pendidikan formal.


Kalau urusan laki-laki, aku juga banyak minat *wink*. Ya tokh, ada begitu banyak pilihan menarik di luar sana, setiap orang dengan keunikan masing-masing (kamu, jangan marah ya!). Mau coba mencari kesamaan dari laki-laki yang pernah datang dan pergi (dan sebagian tetap tinggal) di hati aku? Boooo, susah deh. Saking bermacam-macam.

Dari berbagai laki-laki yang begitu menarik, dari pertemanan aku bisa menetapkan hati untuk satu orang. Kalau udah suka, kata orang sih, mentok. Bahwa di luar sana banyak yang menarik, sudah pasti. Tapi yang paling membuat aku sulit berpaling hanya satu. Dan itu selalu bisa terjadi terjadi. Satu pada satu masa.

Ya, aku punya begitu banyak minat, dan cukup mudah berubah-ubah. Walhasil waktu aku harus memilih tema penulisan untuk kegiatan ekstra aku, aku kebingungan. Bukan karena tidak ada ide, justru karena kebanyakan ide dan itu pun bisa terus berubah, setiap hari. Untuk bisa datang ke dua topik saja, itu hasil menimbang-nimbang selama dua minggu terakhir. Aku terus berpikir mau ambil dari kerjaanku sekarang, pekerjaanku senang-senang yang sudah aku tinggalkan, pekerjaan sampingan atau apa?

Aku harus terus bergaul dengan berbagai ide di kepala. rasanya, ini bukan tidak fokus, kebanyakan minat sih iya. Tapi aku harus mencoba fokus. Sampai pada akhirnya, ada ide yang membuat aku kepincut habis, dan mentok. Mudah-mudahan.

Oya, ide-ide itu mungkin aku tulis di pojok sebelah saja ya