1.5.07

Kerja (Tak) Paksa di Abad 21

Sepakatkah kalau bekerja, berarti pergi ke sebuah gedung yang dinamakan kantor pagi-pagi buta, dan pulang tengah malam menuju bangunan yang disebut rumah? Atau bekerja adalah ketika kita sudah menerima sejumlah uang atas apa yang kita lakukan dalam kurun waktu tertentu, berarti kita sudah bekerja?

Mempergunakan waktu yang ada untuk melakukan sesuatu yang berguna baik untuk diri sendiri, dan lebih baik lagi kalau bisa berguna buat orang lain, dan lebih banyak orang. Berpikir dengan otak, digabung dengan beberapa pekerjaan otot.

Wikipedia menulis seperti ini buruh profesional - biasa disebut buruh kerah putih, menggunakan tenaga otak dalam bekerja sedangkan buruh kasar - biasa disebut buruh kerah biru, menggunakan tenaga otot dalam bekerja.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketAku? Bekerja dengan keduanya, dalam proporsi yang berbeda untuk tiap fase pekerjaanku. Ada masa dimana otakku lebih keras bekerja, tetapi ada juga saat-saat dimana ototku harus lebih berperan (booo, mengetik itu pakai otot juga loh!). Jadi, aku buruh kerah biru muda?

Aku tidak akan memaparkan berbagai teori mengenai bekerja, maupun buruh. Silahkan main ke pojok sebelah.

Betapa bersyukur, orang yang bisa bekerja karena mereka mencintai apa yang dilakukan, dan bisa membuat bukan hanya hidupnya menjadi lebih baik tetapi hidup orang lain. Bekerja bukan semata-mata untuk memperoleh segenggam rupiah, mendapat kehormatan, atau bahkan sekedar menghabiskan waktu. Bekerja untuk berkarya. Membuat karya. Menciptakan karya.

Tapi, sebagian besar dari kita, mulai dari yang gaji dibawah standar sampai yang berpuluh-puluh kali lipat dari standar, terkukung dalam pekerjaan (dalam berbagai bentuk) bukan?

Selamat hari pekerja internasional.
Kehidupan dan masa depan kaum pekerja, ada di tangan kaum pekerja sendiri, bukan?

psssttt...sedikit catatan: kalau tidak mau kena macet karena aksi hari ini, putuskan untuk tetap berada di kantor dan jangan keluar jalan protokol untuk makan siang atau janji ketemu orang.