18.4.07

Kritik Kritis

Apa yang akan kamu lakukan ketika berhadapan dengan orang yang akan terus menerus mengkritik (atau mencela?) sebuah pekerjaan yang sebetulnya adalah pekerjaaan bersama (baca: juga pekerjaan orang yang mengkritik tersebut)?

Pilihan:
(a). Diam, tetapi tidak melakukan apapun yang dia bilang
(b). Diam, dan menuruti apapun yang dia bilang
(c). Menyerang balik dengan pertahanan abis-abisan
(d). Menyerang balik dengan menelanjangani kontribusi orang tersebut terhadap pekerjaan itu (sudah biasa kalo ternyata kontribusinya nol!)
(e). Tidak satupun pilihan diatas
(f). Semua pilihan di atas, dengan urutan tindakan menurut pilihan masing-masing

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketKritik itu sangat dibutuhkan. Kritik harus dapat dilakukan dengan kritis. Tujuan kritik seharusnya untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik. Mampu menerima kritik membutuhkan latihan. Perlu pikiran jernih, kesadaran bahwa tidak ada yang sempurna dan keinginan untuk terus memperbaiki diri.

Di sisi lain, melakukan kritik juga butuh latihan. Beban memberi kritik lebih berat. Harus mampu menunjukkan bahwa kritik diberikan untuk perbaikan. Kebayang dong, dikritik oleh orang yang pekerjaannya tidak pernah ada hasilnya (itu pun dengan catatan dia memang bekerja loh!).

Pilihanku menghadapi kondisi di atas? Diskusi. Setelah (biasanya), 30 menit, aku memilih diam, menyerap semua kritik. Membiarkan obrolan lebih dari 30 menit bisa mendorong obrolan sanggah menyanggah berkepanjangan yang sangat tidak berguna. Menahan kesal. Menyusun ulang pekerjaan. Itu upayaku untuk membuatnya diam. Membuat catatan untuk diri sendiri bahwa aku harus juga belajar kritis membuat kritik setiap saat.



ssstttt: di saat dua tanduk jahat di kepalaku keluar, aku ingin sih berkata, silahkan lakukan apapun yang kamu lakukan, aku minta hasilnya dalam satu jam, tertulis!

No comments:

Post a Comment