13.3.07

Terbang Melayang

Di penerbangan terakhirku, satu hari setelah peristiwa Garuda kebakaran, aku melihat banyak perubahan. Jalur Makassar - Jakarta itu diisi cukup banyak anak-anak, yang, pas waktu aku melewati mereka, sedang dikuliahi (atau mungkin dibimbing) oleh orangtua/ nenek/ kakek mereka untuk mengucapkan doa. Bukan itu saja, waktu aku berjalan ke belakang (biasa, bosan dong duduk terus), aku melihat tidak sedikit penumpang membawa kitab suci masing-masing dan menghabiskan 1 jam 55 menit penerbangan tersebut dengan konsentrasi penuh membaca kitab itu!

Satu hal lain, inget dong dengan instruksi keselamatan penerbangan yang selalu diperagakan awak kapal di awal penerbangan (berikut juga petunjuk di kertas yang ada di masing-masing kursi). Biasanya, sedikit sekali penumpang yang memperhatikan apa yang disampaikan, pagi itu, sebagian besar pengunjung dengan taat dan khidmat mendengarkan dan melihat ke awak kapal.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketYakinlah, kalau bukan karena berbagai peristiwa kecelakaan transportasi, khususnya pesawat, pemandangan seperti itu jarang-jarang diperoleh! Penumpang mulai berubah, apapun perubahan yang mereka lakukan yang pasti mereka pasti berpikir itu untuk keselamatan perjalanan mereka dengan pesawat. Sayangnya, perubahan yang lebih besar dan penting dan mendesak, belum berhasil dilakukan oleh pihak-pihak lain seperti pemerintah, maskapai penerbangan, petugas bandara dan pihak lainnya.

Berdoa memang perlu dilakukan dan *barangkali* lebih mudah dilakukan, apalagi jika itu dilakukan secara individu. Tetapi berubah rame-rame, memang terlalu sulit dilakukan di tanah air ini.



ps: persis semalam sebelum peristiwa Garuda, aku dan sekelompok rekan kerja membahas perjalanan penerbangan masing-masing, dipicu omelan aku yang terpaksa bersauna ria dalam penerbangan Makassar Palu karena AC Lion Air tidak berfungsi. Salah satu ibu berbagi tentang permintaan dia kepada suami untuk mendoakan dia, karena doa suami menurut dia: mabrur, tapi kemudian dia mengakui dia tidak terlalu takut lagi, karena ...... ada guru ngaji dia duduk satu pesawat!!!