28.3.07

Cemilan Rapat

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketJaman dulu kala, aku inget salah satu kesibukan menjelang rapat adalah mencari konsumsi rapat. Tidak dalam bentuk makanan kotak (kecuali pas jam makan siang, dan rapatnya seharian), tapi dalam bentuk penganan ringan yang ditaruh di satu atau dua wadah untuk dimakan beramai-ramai. Tokh, sifatnya memang makanan pendamping. Yang beli konsumsi punya hak nentuin mau apa. Walhasil, konsumsi rapat akan merupakan makanan favorit si pembeli. Dan, sudah biasa, kalau kita para asisten dan admin akan berharap-harap yang rapat gak ngabisin konsumsinya. Ups!

Aku tidak habis pikir ketika pada satu kesempatan rapat sudah tersedia banyak konsumsi yang enak dan dikemas cantik, padahal, biasanya untuk rapat di kantor itu, suka gak suka konsumsi musti bawa sendiri dan mengurus sendiri! Bisa jadi asumsinya, si pemilik kantor yang butuh sang bule? (kebalikan dari rapat denganku, karena aku yang dianggagp butuh si pemilik kantor)

Aku sekarang hampir tidak pernah menyentuh konsumsi rapat, kecuali kopi. Soalnya, aku betul-betul butuh diskusi di rapat itu, dan butuh hasil rapat itu (dulu kan aku tim penggembira saja). Tapi aku geregetan waktu konsumsi rapat - menurut aku - merupakan bentuk diskriminasi.

Oh aku sungguh berharap ini hanya kebetulan semata.

3 comments:

  1. Silverlines12:15 pm

    Itu kan tanda-tanda umum mental terjajah, perlakuan ke sesama inlander sangat beda sama perlakuan ke pendatang.
    Tell me about it.

    ReplyDelete
  2. Hmmm ... kayanya ini juga bisa jadi penjelasan mengenai ketiadaan cemilan saat rapat-rapat seharian yang melelahkan itu. Sementara rapat yang cuma 2 jam dan mengundang 'para pembesar' tea dibanjiri konsumsi rapat. Well, then ... :(

    ReplyDelete
  3. @silverlines: ooohhh....bener bener di semua lini ya bo kelakuan kayak gitu. merata banget.

    @qq: mana tempat elu jagonya rapat ya bo! mungkin karena itu gak ada cemilan, soalnya it means they have to provide daily snack for all of you :p

    ReplyDelete