30.3.07

Mari Berlibur

Minggu lalu, aku tidak ke Bandung. Niatnya, mau jalan-jalan di Jakarta. Salah satunya untuk bertemu ibu dan anak di Sabtu siang dan berburu buku. Hasilnya aku malah menghabiskan pagi sampai sore di tempat tidur, menunggu seorang arsitek untuk urusan renovasi rumah.

Sepanjang minggu ini, aku cukup sering pulang malam. Memang, minggu ini, aku mulai berlatih (fisik) setiap pagi. Minggu ini, aku juga panas dalam, membuat aku kena sariawan dan malas makan (kecuali berkuah-kuah atau sayur-sayuran). Entah kenapa minggu ini juga, aku keseringan gak puguh, error, dan gak bisa konsentrasi.

Apa ini berarti aku sudah harus segera ke Bandung? Apa emang sih Bandung segitu cesplengnya bikin aku bisa konsentrasi bekerja?

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketAku memang orang yang percaya bahwa manusia itu butuh rekreasi. Kata rekreasi sendiri berasal dari re-create. Menciptakan kembali semangat dan energi untuk beraktivitas. Aku memang seringkali bekerja dalam tempo dan beban yang agak luar biasa menurut beberapa teman, tetapi jangan lupa aku juga selalu berupaya mememberi waktu khusus untuk aku sendiri untuk berhenti sejenak. Pagi hari dan malam hari, aku butuh rutinitas berdiam dan menarik napas. Bukan itu saja, minggu ini membuat aku sadar, ketika aku mulai menjalani sebuah rutinitas, tetap saja kebutuhan untuk itu harus aku penuhi. Bukan berarti karena aku tidak lembur-lemburan aku tidak butuh bersenang-senang kan?

28.3.07

Cemilan Rapat

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketJaman dulu kala, aku inget salah satu kesibukan menjelang rapat adalah mencari konsumsi rapat. Tidak dalam bentuk makanan kotak (kecuali pas jam makan siang, dan rapatnya seharian), tapi dalam bentuk penganan ringan yang ditaruh di satu atau dua wadah untuk dimakan beramai-ramai. Tokh, sifatnya memang makanan pendamping. Yang beli konsumsi punya hak nentuin mau apa. Walhasil, konsumsi rapat akan merupakan makanan favorit si pembeli. Dan, sudah biasa, kalau kita para asisten dan admin akan berharap-harap yang rapat gak ngabisin konsumsinya. Ups!

Aku tidak habis pikir ketika pada satu kesempatan rapat sudah tersedia banyak konsumsi yang enak dan dikemas cantik, padahal, biasanya untuk rapat di kantor itu, suka gak suka konsumsi musti bawa sendiri dan mengurus sendiri! Bisa jadi asumsinya, si pemilik kantor yang butuh sang bule? (kebalikan dari rapat denganku, karena aku yang dianggagp butuh si pemilik kantor)

Aku sekarang hampir tidak pernah menyentuh konsumsi rapat, kecuali kopi. Soalnya, aku betul-betul butuh diskusi di rapat itu, dan butuh hasil rapat itu (dulu kan aku tim penggembira saja). Tapi aku geregetan waktu konsumsi rapat - menurut aku - merupakan bentuk diskriminasi.

Oh aku sungguh berharap ini hanya kebetulan semata.

26.3.07

Tandanya Mana?

Kata orang, hanya Tuhan dan supir bajaj yang tahu kemana bajaj akan berbelok. Ini merujuk ke fakta bahwa mereka bisa belak belok kapanpun tanpa memberi tanda. Kenyataannya, saat ini, sedikit sekali pengemudi mobil apalagi motor ingat untuk memberi tanda belok kiri atau kanan. Barangkali, mereka pikir itu lampu hiasan saja, dan tokh seringkali tidak dihiraukan.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMenyetir mobil dan memberi tanda lampu ke kiri, karena mau masuk ke bangunan yang ada di sebelah kiri, dijamin 1000% malah membuat motor di sebelah kiri malah bakalan tambah ngebut dan mungkin asik mengklakson. Bo, bukannya kalau ngasih tanda, mohon dikasih jalan gitu loh? Heran ya, padahal maksudnya kan memberi tanda untuk memberi tahu dan sekalian agak minta pengertian dan terutama minta jalannya. Tokh memberi jalan tidak akan bikin perjalanan jadi terlambat 1 jam gitu loh.

Jangan heran kalau kemudian sering ada tabrakan. Sebetulnya bukan tabrakan dalam artian benturan dua kendaraan. Beberapa kali aku melihat bahwa motor itu sering jatuh lebih karena kaget (karena ada mobil lain di depannya atau karena mobil di sampingnya berbelok), tidak siap dan juga tidak jago-jago amat nyetir, jadi gak heran kalau dia jatuh tergelincir. Kalau udah kejadian kayak gini, mobil akan selalu salah. Tips aku, mendingan langsung ke kantor polisi aja, diurusin di sana ketimbang diberesin di pinggir jalan ditengah berjubelnya orang (dan pengendara motor lain).

Hidup juga sering kali kayak gitu ya. Sudah ada berbagai tanda, bahwa kita harus belok kiri atau kanan. Sudah ada yang memberi tanda bahwa dia minta jalan untuk belok kiri atau kanan. Tapi, eh kok dihajar beybeh begitu saja. Entah karena tidak perduli tanda yang ada, atau karena (sok) terburu-buru, atau karena memang tidak bisa membaca tanda (dan juga tidak mau belajar untuk itu)?

Tolong deh beri tanda, kita gak semua tahu, dan juga tolong deh kalau ada tanda booo ya dikasih jalan!

20.3.07

Resep Pengusir Macet Ide

Bahan:
1. setidaknya 1 kota yang paling nyaman
2. sediakan 2 malam hari libur
3. tempat tidur nyaman
4. telepon berpulsa
5. dompet berisi duit tentunya (atau kartu debit/ kredit yang tidak tongpes)
6. bahan lain bisa disesuaikan kebutuhan seperti buku, cd musik, dan perlengkapan olah raga.

Porsi: minimal untuk 1 orang, tetapi bisa sampai 10 orang jika memang dikehendaki


Persiapkan kota yang paling nyaman buat kamu. Saran dari aku: Bandung. Jika waktu libur setidaknya 2 malam sudah tersedia, nikmatilah. Awali dengan tidur yang cukup, minimal 10 jam tidur, lebih banyak, lebih baik. Ini bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Setelah tidur yang cukup, segera bikin janji dengan tukang pijat andal, dengan menyiapkan waktu 1-3 jam, kalau perlu sekalian pedicure menicure (persiapkan tambahan orang jika perlu). Mandi dengan air hangat, bubble bath wangi sambil scrubbing sangat dianjurkan untuk menutup sesi pijat.

Saatnya mempergunakan telepon dengan pulsa yang cukup untuk mengontak teman-teman lama, atau keluarga. Silahkan pilih sesuai kebutuhan masing masing. Siapapun pilihannya, pastikan tempat yang tepat untuk bertemu, untuk ngobrol sambil mencicipi makanan dan minuman enak. Tips: cari tempat yang tidak terlalu ramai kalau mau tidak ngobrol sambil teriak-teriak.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketLelah merekap gosip-gosip terbaru? Saat yang tepat untuk ambil buku bacaan favorit yang selama ini sudah nongkrong tidak sempat disentuh! Usulan aku: buku gak perlu mikir atau buku mikir yang menggugah *tsah*. Persiapkan kursi atau tempat tidur favorit dengan kopi/ teh/ susu coklat (lagi-lagi, pilihan bisa disesuaikan mood dan cuaca hari itu), dan juga musik yang tepat (silahkan pilih radio/ cd musik jazz/ klasik/ pop/ easy listening).

tips lain: resep diatas bisa ditambahkan dengan beberapa variasi seperti melakukan aktivitas fisik, favoritku berenang yang sebaiknya dilakukan sebelum kegiatan pijat memijat.

Lihatlah, dalam kurun waktu 48 jam, anda siap meluncurkan ide-ide kreatif yang sempat macet (sayangnya, anda mungkin menemui kemacetan dimana-mana, terutama jika kota pilihan anda adalah Bandung, dan anda harus menempuh perjalanan Jakarta-Bandung-Jakarta untuk mencoba resep ini di long weekend!)

15.3.07

Cacing Kepanasan

Yup, selamat datang di dunia kerja kantoran. Interpretasi aku, apapun yang terjadi, jam kantor ya harus di kantor. Biar kata listrik mendadak padam karena alasan apapun, atau AC tiba tiba ngadat dan mulai beraksi memberi angin hangat (!) di udara panas lembab kayak siang ini, aku tetep musti berusaha konsentrasi beresin pekerjaan sambil membayangkan ini adalah ruangan yang adem yang membuat aku enak bekerja. Padahal, rasanya otakku ikut-ikutan mencair kepanasan.

Doh!

Kekuatan pikiran bekerjalah (untuk membayangkan yang dingin dingin selama aku bekerja).

Ada usul lain?

13.3.07

Terbang Melayang

Di penerbangan terakhirku, satu hari setelah peristiwa Garuda kebakaran, aku melihat banyak perubahan. Jalur Makassar - Jakarta itu diisi cukup banyak anak-anak, yang, pas waktu aku melewati mereka, sedang dikuliahi (atau mungkin dibimbing) oleh orangtua/ nenek/ kakek mereka untuk mengucapkan doa. Bukan itu saja, waktu aku berjalan ke belakang (biasa, bosan dong duduk terus), aku melihat tidak sedikit penumpang membawa kitab suci masing-masing dan menghabiskan 1 jam 55 menit penerbangan tersebut dengan konsentrasi penuh membaca kitab itu!

Satu hal lain, inget dong dengan instruksi keselamatan penerbangan yang selalu diperagakan awak kapal di awal penerbangan (berikut juga petunjuk di kertas yang ada di masing-masing kursi). Biasanya, sedikit sekali penumpang yang memperhatikan apa yang disampaikan, pagi itu, sebagian besar pengunjung dengan taat dan khidmat mendengarkan dan melihat ke awak kapal.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketYakinlah, kalau bukan karena berbagai peristiwa kecelakaan transportasi, khususnya pesawat, pemandangan seperti itu jarang-jarang diperoleh! Penumpang mulai berubah, apapun perubahan yang mereka lakukan yang pasti mereka pasti berpikir itu untuk keselamatan perjalanan mereka dengan pesawat. Sayangnya, perubahan yang lebih besar dan penting dan mendesak, belum berhasil dilakukan oleh pihak-pihak lain seperti pemerintah, maskapai penerbangan, petugas bandara dan pihak lainnya.

Berdoa memang perlu dilakukan dan *barangkali* lebih mudah dilakukan, apalagi jika itu dilakukan secara individu. Tetapi berubah rame-rame, memang terlalu sulit dilakukan di tanah air ini.



ps: persis semalam sebelum peristiwa Garuda, aku dan sekelompok rekan kerja membahas perjalanan penerbangan masing-masing, dipicu omelan aku yang terpaksa bersauna ria dalam penerbangan Makassar Palu karena AC Lion Air tidak berfungsi. Salah satu ibu berbagi tentang permintaan dia kepada suami untuk mendoakan dia, karena doa suami menurut dia: mabrur, tapi kemudian dia mengakui dia tidak terlalu takut lagi, karena ...... ada guru ngaji dia duduk satu pesawat!!!

9.3.07

Di Palu Semua Orang Tahu Semua Orang!

Aku baru sadar kalau Palu begitu dekat dengan teluk ketika pesawat yang berfungsi sebagai ruang sauna hendak mendarat. Untunglah, kesan pertama itu cukup baik. Maklum menghabiskan perjalanan dengan menjadikan kartu instruksi keselamatan penerbangan sebagai kipas angin membuat aku kehabisan oksigen. Komentar Pak Ahlis yang menjemput aku, kenapa naik Lion, itu sama saja dengan naik metromini, AC pasti mati. Wah, salah banget nih Pak Ahlis, soalnya metromini masih ada angin, lah, naik pesawat mau angin darimana lagi?

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketBegitu dijemput, aku sadar bahwa penjemputku selalu menemui orang yang dikenal dia, dimanapun kami berada. Di bandara, di hotel bahkan di restoran tempat dia mengundang aku makan malam. Bukan itu saja, dua orang yang kebetulan pesan makanan untuk bawa pulang pun akhirnya duduk bersama kami. Total 6 orang, bergosip tentang hampir semua orang. Betul deh, mau gosip apa tentang Kota Palu, bolehlah tanya aku *so sombong dikitlah*.

Bu Nuti, yang logatnya menjadi Sunda pas ngobrol ama aku, dan berubah Palu ketika ngobrol ama orang lain membuat aku cukup kerasan.

Kalau aku musti tinggal di kota kayak gini, aku milih siaran terus deh, seru, aku bener bener kenal kali ama seluruh pendengarku dan bisa mendapat supply gossip yang yahud!

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketBayangkanlah kota, terletak di teluk Palu, dengan pegunungan berbukit-bukit di sekelilingnya, ada sungai di tengah-tengah. Mau liat kota, bisa dilakukan dengan keliling-keliling dari atas, dari daerah Universitas Tadulahu, atau kalau malam, bisa juga duduk-duduk di Taman Ria, menikmati pisang gepe dan sabara, minuman jahe gitu. Enak banget. Makan ikan bakar, sudah pasti harus dilakukan, pakai sambal kacang dan dabu-dabu. Nikmat banget. Gak akan nyangka satu ikan bisa habis loh!

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketOya aku juga sempat jalan ke Parigi Moutong, ke arah Poso. Melewati jalan yang berkelak-kelok. Percaya gak, yang bawa aku sampai khusus beli plastik hitam karena yakin aku akan muntah. Untungnya aku lolos audisi, perjalanan 2 jam itu berjalan lancar. Di Parigi, walaupun sebentar, aku sempat ngintip pantainya, sambil makan ikan bakar dengan harga yang superduper bersahabat. Ayolah mau ditraktir ikan bakar disini sih aku sanggup, asal jangan pake biaya tiket pesawat ya.

Satu-satunya yang aku sesali, aku gak sempet ke Donggala, aku gak sempet menyicipi lebih banyak makanan lokal, dan aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan bekerja di kota ini.

5.3.07

Java Jazz 2007 Berakhir

Gila, bener bener gila. Jamie Cullum bener bener menutup festival itu (buat gue) dengan kerennya. Banyak banget ceritanya. Tapi satu hal, nonton JJF di saat ada kerjaan tidak menyenangkan. Jauh lebih enak nonton JJF di saat kosong kerjaan, lagi in-between-jobs gitu. Gak perlu ilang mood gara-gara musti pulang cepet di hari Jumat, gak perlu ilang mood gara-gara musti beresin kerjaan di hari Sabtu, dan gak perlu ilang mood gara gara senewen mikiran penerbangan pagi di hari Senin, dan terutama gak perlu pakai stress gara-gara tanda bukti pembayaran tiket Jamie Cullum yang mendadak gak bisa dibuka!!!


Berhubung udah mau berangkat, liat cerita di kamar sebelah aja dulu ya.