28.2.07

Pola Baru

Sekarang, bekerja teratur. Itu juga berarti, tidur teratur. Walaupun masih agak terlalu pagi untuk bilang kayak gitu. Baru sekian hari. Tapi gak apa apa, sekian hari tidur teratur tanpa harus begadang, tanpa harus nyalain laptop, baca ini itu untuk beberapa hari ini, sudah menyenangkan!

Bekerja teratur juga berarti membiasakan diri berada di tempat-tempat sesuai aturan. Bo, ini dia susah banget. Sedari pagi aku baca, dan sekarang waktunya mengkonsep ini itu dari kepala. Biasanya, aku melakukan ini dengan ngobrol kiri kanan, dan terutama eng ing eng ngabur ke tempat paling pewe.

Jadi, detik pertama aku kepikir, okey, sekarang musti mulai ngonsep". aku juga berpikir, okey, sekarang mau kemana buat ngonsep (tapi bukan substansi loh, bener bener tempat ruangan gitu)

Gubrak banget deh. Namanya juga kantoran, ya tetep musti dilakukan di kantor dong. Lagian di kota ini, mana ada tempat sepi mojok enak buat kerja yang bisa ditempuh dalam waktu 15 menitan sih?

Photobucket - Video and Image HostingJadi, cukupkan diri dari bekal kopi aroma yang aku bawa, plus earphone buat dengerin radio yang ternyata empot2an streaming-nya.

Aku tengah mengerjakan sesuatu yang *katanya* untuk merubah pola pikir dan pola tindak. Well, musti mulai dari diri sendiri nih untuk merubah pola pikir dan pola tindak bekerja semau gue!

27.2.07

Syukurlah

Bersyukur memang lebih mudah dilakukan di momen-momen besar, dan seringkali terlupakan di momen yang lebih kecil. Apalagi ketika semua sedang berjalan normal, kehidupan sehari-hari yang biasa banget.

Tapi semalam, entah kenapa, menjelang tidur, aku kayak lagi nonton cerita hidupku. Semua melintas, begitu nyata. Kerasa banget semuanya. Kayak bener bener lagi melewatinya. Tau gak, kalau kita pas bisa banget ngerasain itu semua, it feels awesome.Seandainya puteran hidup bisa disimpen kayak Dumbledore, betapa menyenangkannya. Bahkan ketika itu sesuatu yang bikin aku kesal, loh.

Photobucket - Video and Image HostingTuhan itu baik, bahkan dalam segala pergumulanku, Dia ngingetin betapa banyak yang sudah Dia kasih buat aku.






...walaupun saat ini aku lagi sakit gigi banget, gigiku patah tadi pagi, keropos gitu dan minggu ini aku gak ke Bandung, padahal minggu depan ke lapangan... gak ada air terlalu dingin, gak ada makanan terlalu manis, dan semua yang terlalu lainnya dulu deh...

25.2.07

Gajiku Gadgetku

Di teras belakang sebuah kantor yang, walaupun duitnya segudang, sebetulnya besarnya duit beredar di kantor itu gak gitu keliatan dari fisik gedung kantor yang merupakan sebuah rumah lama yang direnovasi dengan cantik di kawasan Menteng.

Ternyata, memang negara tempat aku tinggal ini adalah negara penuh keajaiban! Di teras tersebut, kalau gaji tiap-tiap orangnya harus ditulis berderet, range-nya pasti panjang banget. Aku sih menduga paling jelek, pastinya 6 digit kok. Tapi beda gajinya antar orang bisa ada yang sampai 10 - 20 kali lipat loh! Hanya saja, kalau kamu musti bikin tebakan, yang terjadi bisa jadi adalah salah tebak.

Photobucket - Video and Image HostingAda sekelompok orang yang membawa ponsel yang berasal dari abad kegelapan alis udah basi dan lama banget, dan mencatat pertemuan di sebuah buku tulis bergaris sederhana. Ada sekelompok orang lain dengan ponsel tercanggih yang ada di pasaran, dan mencatat pertemuan di laptop, atau lebih canggih lagi, di sebuah "buku tulis elektronik". Tapi memang kecanggihan tidak punya korelasi apapun dengan duit di tangan. Barang berharga mahal ternyata tidak selalu datang dari mereka yang berkantong.

Karena, mereka dengan peralatan paling canggih justru datang dari kelompok orang bergaji paling rendah di ruangan itu, dan mereka yang memakai buku tulis biasa dengan ponsel kuno itu bergaji kira kira 10 sampai 20 kali lipat si pemegang ponsel canggih.

Mmmm, kayaknya sih duit beli barang canggih itu dari gajinya kok, tapi pastinya berarti gak ada yang tersisa lagi ya dari gaji itu. Kasihan.


19.2.07

Baru Berkantor

Untuk pertama kali, setelah hampir 5 tahun, sebuah pekerjaan yang (nyaris) tetap. Berkantor. Meja kerja sendiri (baru dong). Komputer kerja sendiri (HP Pavilion a 1345). Masuk pagi, pulang sore (mudah-mudahan). Setiap hari kerja (gee).

Photobucket - Video and Image HostingOrang baru di tim lama. Sebuah pekerjaan yang telah berlangsung sejak akhir 2004, awal 2005. Di tengah lingkungan yang lebih kuat dalam substansi pekerjaan ketimbang aku. Bekerja keras harus segera dimulai untuk bisa punya pengetahuan yang (setidaknya, nyaris) sama.

Bekerja di tengah 10 laki-laki. Serius, tidak ada sekretaris, dan orang keuangannya pun laki-laki. Menggoda tidak sih? *wink wink*

Aku gak tahu, seberapa bisa aku melalui bekerja rutin kantoran dengan tuntutan untuk belajar dengan "cepat" di kota yang serba cepat ini bisa aku lalui bersama para laki-laki ini.

Selamat tinggal gaya hidup bekerja semau gue...

14.2.07

Pilot Otomatis

Perjalanan Bandung - Jakarta adalah perjalanan yang terlalu biasa buat aku. Bisa dilalui dengan tiga pilihan, pakai kendaraan pribadi, kendaraan travel atau kereta api. Karena masa jaya menyetir sudah aku lewati, rasanya bawa kendaraan pribadi terlalu melelahkan. Padahal beberapa tahun lalu, minimal seminggu 2 kali aku bawa kendaraan pribadi melewati jalur Jakarta-Puncak-Bandung atau Bandung-Purwakarta-Jakarta. Kecil! Tapi sekarang sih, makasih deh. Aku lebih memilih pakai travel ketika aku merasa ingin tidur. Apalagi ada keleluasaan waktu, setiap setengah jam aku bisa berangkat. Tapi, di saat tumpukan pekerjaan udah bikin kepala pening, maka pilihan naik kereta api lebih menggoda. Di kereta api, aku biasanya menghabiskan waktu dengan mengetik, menyelesaikan pekerjaaan yang tertunda. Lumayan banget 3 jam waktu yang tenang bisa aku dapatkan, dan biasanya ide juga bisa mengalir lancar.

Pilot Otomatis Atau Tidak?Tahu gak, biarpun berkali-kali melewati Cipularang, atau jalur kereta api Bandung-Jakarta, bukan berarti aku hafal dengan situasi di sekeliling jalur itu. Kan pilihannya, aku sedang tidur atau aku sedang bekerja. Ehm, terkadang sih, aku sedang melamun (tanpa rasa bersalah menghabiskan waktu sia sia loh, enak kan!). Ideal banget kalau bisa pakai mobil sendiri dengan kenyamanan terjamin terus kendaraan jalan dengan pilot otomatis. Tuing, dalam sekejap nyampe. Nikmat. Gak capek!

Pernah terpikir untuk menjalani hidup pakai alat pilot otomatis? Tuing, tiba tiba nyampe ditujuan, entah apa itu tujuan hidupnya. Lulus, dapat pekerjaan, menikah, atau apapun itu. Menyenangkankah?

Sebagaimana perjalanan Bandung-Jakarta bisa dihabiskan dengan tidur, ngelamun, bekerja. Hidup juga. Padahal perjalanan Bandung-Jakarta bisa memberikan pemandangan yang keren loh, beneran deh. Mau naik kereta api, mau naik kendaraan travel. Bisa kita nikmati, bisa juga kita lewati. Hidup juga. Bisa kita nikmati, bisa juga kita lewati, berbagai hal indah yang ada di sekeliling kita.

Mau pilih hidup dengan mode pilot otomatis menyala, bangun, sarapan, berangkat kerja, kerja, pulang, makan malam, tidur? Atau, gak ada deh otomatis-otomatisan, dan sesekali memilih melewati jalur yang sama dengan cara yang berbeda, atau menikmati pemandangan yang berbeda, atau melewatinya dengan orang yang berbeda?

Segala sesuatu yang otomatis emang sering memudahkan dan menyenangkan, tapi juga membosankan gak sih?