25.1.07

Pahlawan Berhati Emas

Melihat Eragon, membuat aku teringat si hobit kecil di LoTR, membuat aku juga teringat betapa sering orang berupaya mewujudkan pahlawan yang tidak gagah, keren, dewasa, berkeahlian, seseorang yang dengan selirikan mata mampu memberi keyakinan bahwa dia adalah pahlawan.

Ketika Samuel harus mencari raja baru menggantikan Saul, dia sempat kepincut mereka yang kuat dan gagah, tapi toh pilihan Tuhan jatuh pada Daud si bungsu yang secara fisik sih jauh dari kegagahan a la abang-abangnya.

Tapi, sebagaimana diketahui oleh mereka yang rajin sekolah minggu, bukan paras dan perawakanlah yang menjadi hitungan kepahlawanan seseorang. Di Eragon, sang naga rela nunggu ribuan tahun untuk menetas, sampai si telur merasa menemukan dia yang memiliki hati.

Doh. Semua manusia secara fisik jelas punya hati. Tapi, kalau hati menjadi ukuran kepahlawanan, apakah semua manusia adalah pahlawan? Dan, siapa sih yang berhak menyandang gelar pahlawan?

Mariah Carey bilang, there's a hero, if you look inside your heart!
Jadi, siapakah pahlawanmu dan kenapa?


catatan1: Sayang ya, terjemahan "heart" dalam bahasa Indonesia untuk kasus kayak di atas adalah hati, padahal heart itu kan jantung. Konon, ini menunjukkan perbedaan yang penting dalam kebudayaan kita loh.

catatan2: Ini adalah upaya kesekian kali untuk menulis cerita ini. Karena berbagai hal, tulisan gak berhasil di upload, dan bikin mood ancur banget deh. Tapi kebodohan sendiri, menulis cerita langsung di blogger, walhasil, ada masalah sedikit dengan koneksi, yu dadah yu bye bye lah semua tulisan yang udah dibuat.

No comments:

Post a Comment