28.12.06

Wewangi Pemikat

Wangi favoritku sepanjang masa adalah wangi seseorang yang baru mandi. Segar banget. Tidak perduli dia mandi pakai sabun apa atau mandi dimana. Biasanya terutama memang kalo wewangian pas mandi adalah wewangian buah-buahan yang segar-segar itu. Mandi juga jadi seru deh.

Photobucket - Video and Image HostingUntuk urusan bikin kasuat-suat, ada dua wewangianku yang membuat aku melamun. Pertama wangi white musk. Oh, wangi yang satu ini bisa membuat aku teringat kamar tersayang di Weenapad, masa-masa sekolah dulu, dan termasuk pesta-pesta bawah tanahnya. Duh. Satu lagi, wangi yang juga datang dari masa yang sama, masih dari wangi parfum, kali ini wangi hugo boss hijau yang untuk laki-laki. Sempat aja ada laki-laki lewat dengan wangi itu, aduh aduh, keleper keleper deh. Kok bisa? Ada aja (ehm).

Walaupun aku sangat tidak suka asap rokok dan tidak merokok, tapi entah kenapa wangi laki-laki (biasanya tangannya sih) setelah merokok (jangan langsung, tapi katakanlah 2 atau 3 jam setelah merokok) juga menggoda. Sebetulnya agak tidak suka dengan godaan yang satu ini, abis berarti harus selalu cari perokok dong?

Wangi ruangan yang baru saja di pel, tapi jangan di pel pakai karbon ya, itu sih wangi obat (walaupun aku juga gak gitu anti ama wangi obat sih). Apalagi yang di pel pake detol, terus lantainya masih lantai jaman dulu yang warna abu-abu. Wangi segar sekali. Membuat aku teringat pagi.

Mirip-mirip dengan itu, wangi tanah setelah diguyur hujan, wangi rumput kena embun, wangi udara pegunungan yang segar adalah wewangian yang sulit dibuat dengan cara apapun. Bisa menghirupnya merupakan keberuntungan.

Dulu, waktu SD, aku suka sekali wangi buku-buku baru. Setiap awal tahun pelajaran, ibu guru akan membagikan buku baru yang sudah dipesan di awal liburan panjang. Aku masih inget membuka setiap halaman dan membauinya. Khas. Membuat aku ingin belajar.

Wangi handuk, selimut, seprei yang baru saja dijemur di matahari yang hangat. Membuat ingin memeluk barang-barang itu. Membuat mandi lebih seru, dan tidur lebih pulas.

Dan tentu saja, salah satu wangi yang begitu "nendang" adalah wangi kopi di pagi hari. Ini merupakan pembuka hari yang paling oke. Membuat bersemangat dan rasanya seluruh nyawa langsung terkumpul deh.

Kamu sendiri, wangi apa yang paling disuka?

26.12.06

20 Adegan Untuk Film Terminal Ala Pojok Hablay

Sekarang, aku lagi di bandara, sedang bikin film Terminal a la Melly.
Mau tau bagaimana skenarionya:
  1. Pastikan kalau kamu punya jadwal pesawat yang super duper pagi
  2. Pastikan kalau kamu tidak bermalam di Jakarta. Ambil Bandung biar sama persis ama aku
  3. Buat skenario gedar gedor pintu di tengah malam buta, tepatnya jam 1 pagi. Skenario didasarkan janji surga untuk mengantar dimalam sebelumnya. Tentunya tidak ada satupun pintu yang terbuka, dan pastinya ada 1001 alasan yang bisa diciptakan untuk itu dan terpercaya.
  4. Kalau kasus # 3 terjadi, pastikan punya ayah superduper baik untuk rela bangun dan mengantar (papiku itu!)
  5. Buatlah sebuah cerita yang tidak masuk di akal, di menit-menit terakhir keberangkatan travel jam 2 pagi itu. Misalnya, tiba tiba seluruh pintu kendaraan tidak bisa dibuka dengan cara apapun, tentu saja dengan mempergunakan kunci yang biasa dipake.
  6. Biar tambah melas, tambah dengan adegan telpon travel memohon perpanjangan waktu 10 menit. Tapi,
  7. Percayalah, biarpun sehari-hari travel tersebut sering terlambat 5-15 menit, sebagaimana film film yang beredar, pagi itu si travel memutuskan tidak ada perpanjangan waktu
  8. Lima menit yang menentukan sisa hari, buat ini sebagai subtitle dari judul film terminal a la Pojok Hablay.
  9. Pastikan pemeran utama memiliki telepon yang punya pulsa karena akan ada kesempatan untuk telpon sana sini, menelpon penerangan dan berbagai travel untuk mencari kendaraan, hanya untuk mendapati semua baru ada jam 4 pagi, yang mana berarti jam 8 di Bandara, dan itu pun penuh.
  10. Ini nih, adegan mati gaya yang asik. Tidur gak bisa, kerja gak bisa, yang ada musti ekspresi kedinginan (bayangkan jam 3-4 pagi di Bandung yang baru diguyur hujan)
  11. Pastikan punya stasiun kereta yang ada jadwal jam 5 pagi, dan keberuntungan sedikit diberikan, kalau gak terlalu stress. Misalnya, berhasil mendapatkan tiket bisnis terakhir yang terjual! Keren kan
  12. Karena ini jaman modern, percakapan lewat telepon genggam harus selalu ada. Dalam hal ini, menelepon rekan seperjalanan yang sudah ada di bandara dan bingung, menelepon sejumlah rekan untuk cari info pesawat alternatif, menelepon sejumlah orang lain yang berkenan disuruh suruh nyari penerbangan alternatif itu
  13. Kali ini, supaya tampak nyata, kereta tentunya harus terlambat 30 menit yang berarti
  14. Kelewat lagi untuk naik pesawat jam 9 yang sebetulnya ada kursi untuk menjadi penumpang cadangan di jam 1 siang
  15. Photobucket - Video and Image HostingInilah adegan resmi "terminal" dimulai, menghabiskan waktu di terminal Cengkareng, Soekarno Hatta. Untungnya bisa sedikit lebih gaya dari Tom Hanks di Terminal, masih ada laptop, wifi, telepon genggam, roti boy dan hot chocolate royal oh la la.
  16. Menit-menit penentuan di jam 1 siang, harus diisi oleh sekumpulan mahluk yang membuat sumpah serapah bisa dikeluarkan. Bisapakai nama seperti Pak Sukahar yang gahar. Adegan mengantri bisa menunjukkan kekuatan manusia Indonesia dalam menjebol antrian seperti apapun dengan berbagai gaya, kicep atau kertas kertas bernomor yang dikeluarkan Bank Indonesia
  17. Supaya terminal-nya berlangsung agak lama, gak cuman 4 jam, pastikan tidak memperoleh tiket. Misalnya karena kurang gaya, tidak pakai safari, tidak punya dompet tebal dan tidak punya relasi. Silahkan pilih salah satu
  18. Berikan sesuatu yang baik disini, misalnya ada tiket untuk keesokan harinya, di pagi hari, yang harus dibeli jam 1 siang itu juga, masih bisa dibeli walaupun udah agak lewat, karena kebaikan hati petugas yang mau nunggu ambil duit ke ATM dulu.
  19. Tambahkan sedikit kebahagiaan, misalnya masih bisa masuk ke dalam bandara walaupun kertas waiting list menunjukkan waktu pesawat jam 1, tapi entah bagaimana bisa tidak terlihat dan berhasil lolos.
  20. Akhiri dengan adegan menulis untuk blog dengan judul 20 Adegan Film Terminal Ala Pojok Hablay di depan terminal F sekian, sambil mengisi batere laptop
Perbedaan utama antara aku dan Tom Hanks adalah ada Abang, seorang ibu, teman tukang berburu sekolah, teman tukang nulis & foto, teman tukang bikin peta, teman kerja, dan keluarga tersayang yang membuat aku merasa tetap ada yang menemani perjalananku.

Moral cerita: hati-hati dengan yang kamu harapkan. (Lho?!?)

Nah, menurut kamu, perlu ada yang ditambah, dikurangi atau bentuk modifikasi lain? Atau ada yang berminat memfilmkan?


24.12.06

Keajaiban Natal

Aku menyukai bulan Desember. Sampai beberapa waktu lalu, aku selalu berhasil menjamin bahwa aku menikmati Desember dengan santai. Bekerja super ekstra untuk menyelesaikan segala sesuatunya, kalau bisa sebelum 1 Desember, paling tidak seminggu menjelang Natal aku sudah bebas tugas. Tapi tidak untuk Desember 2006 ini!

Sejak tanggal 1 Desember, aku seperti sedang syuting sinetron kejar tayang. Beban pekerjaan. Laporan berbagai pekerjaan. Perjalanan dari kota ke kota.

Tiba tiba sudah tanggal 24, sudah malam Natal. Aku bingung, apa yang sudah aku persiapkan ya? Tidak ada. Alamat kejar tayang beli kado siang ini, sambil tetap kepikiran pekerjaan.

Pada akhirnya, barangkali ini untuk yang terbaik, sehingga aku tidak berpikir yang macem-macem menjelang Natal. Tidak bernapsu untuk lebih banyak membeli ini itu dengan alasan Natal. Tidak juga berupaya mengkhayalkan ini itu dengan alasan Natal. Barangkali juga tidak berpikir banyak tentang keajaiban Natal! Bukankah Natal yang sering diidentikan dengan keajaiban. Adakah itu? Tetapi pagi ini, aku diingatkan lagi. Ketika saat teduh, ketika mampir ke sepupu-tempatcurhatku-Priska

Mudah-mudahan aku sempat mempersiapkan hati, untuk bersyukur dan memuji Tuhan, karena kasihNya yang begitu besar dan tidak masuk di akal. Karena Yesus yang telah dikirim untuk manusia. Karena keselamatan yang telah diberikan.

Bapa yang baik, terimakasih. Aku bersyukur atas Yesus, Juruselamatku.

Photobucket - Video and Image Hosting

Selamat Natal!

catatan foto: iya ini foto dua tahun lalu, di Jakarta, ditunggu aja ya foto terbarunya segera....

18.12.06

Cara Jitu Dipenjara: Diskusi

Banyak hal bisa membuat kita masuk penjara. Melanggar lampu lalu lintas (walaupun ada 1001 cara lain untuk memastikan penjara adalah sesuatu yang sangat jauh ketika itu terjadi), mencuri barang milik orang lain (walaupun juga ada 1001 cara untuk memastikan hal itu tidak diketahui, atau hal itu adalah sah), bahkan membunuh orang. Hanya saja, tahukah kamu, bahwa belajar bisa membuat seseorang masuk ke penjara.

Photobucket - Video and Image HostingKamis malam kemarin, semua itu terjadi. Sebuah telepon membuat aku keluar dari ruangan perayaan Natal. “DISKUSI FILSAFAT SOSIAL DAN EKONOMI POLITIK, Gerakan Marxist Internasional Kontemporer, Perkembangan dan Masa Depan Gerakan Marxist di Dunia, dan Sekilas Tantang Organisasi dan Gerakan Buruh di Kanada” dibubarkan oleh sekelompok orang yang menamakan diri Forum Anti Komunis, hanya sekitar 10 menit setelah diskusi dimulai.

Aku tidak terlalu kaget, dan tidak panik, tetapi jelas bukan karena berharap itu terjadi! Tetapi karena:

  • Empat hari sebelum diskusi, Bilven dan Sadikin ditelepon oleh pihak intel kapolwiltabes Bandung bertanya tentang diskusi yang akan diselenggarakan tanggal 14 Desember 2006 tersebut. Sejak itu, berbagai telepon gelap masuk bertanya tentang diskusi yang justru baru dipublikasikan Selasa, 12 Desember
  • Tiga hari sebelum diskusi, pihak Intel Polwiltabes Bandung pada hari Senin, 11 Desember 2006 (2 orang) mendatangi toko buku Ultimus dan menanyakan izin kegiatan tersebut, untuk mengantisipasi maka pihak panitia memasukkan surat pemberitahuan (bukan permoohonan) yang dialamatkan kepada KaPolwiltabes Bandung mengenai diadakannya acara tersebut.
  • Dua hari sebelum diskusi, kembali pihak Intel Polwiltabes Bandung mendatangi Toko Buku Ultimus yang terletak di Jl. Lengkong No. 127 Bandung. Mereka mengaku dari bagian “Urusan Imigrasi” (entah maksudnya gimana), mananyakan tentang status kewarganegaraan Marhaen Soeprapto (Pembicara). Termasuk beberapa kali ULTIMUS didatangi oleh orang bertubuh tegap, dengan usia separuh baya, mendatangi ULTIMUS dengan menanyakan bagian buku-buku Berbau KIRI, dimana ULTIMUS memproduksi dan menjual buku-buku tersebu
  • Satu hari menjelang diskusi, kembali pihak Intel Polwiltabes Bandung mendatangi Toko Buku Ultimus dan meminta Sadikin (ketua panitia) untuk menemui Waka Intel Polwiltabes Bandung pada pukul 10.00 WIB untuk dimintai keterangan berkaitan dengan diskusi tersebut. Namun atas saran kawan-kawan lainnya, meminta agar Sadikin tidak memenuhi panggilan tersebut karena bersifat lisan.

Perayaan Natal di Sabuga malam itu jelas tidak bisa aku nikmati, karena harus bolak balik keluar ruangan dengan charger ditangan untuk terus menerus menelepon atau ditelepon. Sadikin dan Marhaen sudah ditangkap, diborgol oleh ormas tertentu dan dibawa ke polwiltabes. Suasana kacau. Lebih malam lagi, diketahui lebih banyak lagi orang ditangkap.

Diskusi baru saja berlangsung 10 menit. Masih ada banyak orang yang dalam perjalanan ke Ultimus untuk ikut acara tersebut. Mereka hanya menemukan police-line di lokasi kejadian. Beberapa orang malah sudah memperoleh informasi tentang pembubaran tersebut dan mengurungkan niat datang ke Ultmus.

Mengapa ke-11 orang tersebut ditangkap. Polisi mengatakan:

  1. Kegiatan tersebut tidak ada ijin
  2. NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. Keamanan. Dan untuk alasan keamanan, pihak kepolisian berhak melakukan apapun. Dan bahwa kegiatan ini merupakan tindakan preventif yang sudah dikoordinasikan
  4. Karena ada sekelompok orang yang tidak menyukai kegiatan tersebut (!)

Photobucket - Video and Image Hosting

Aku tidak bisa tidur sepanjang malam itu. Setelah memutuskan melakukan kunjungan tengah malam ke rumah sepupuku hingga menjelang pagi, aku terjaga untuk tetap saling bertukar sms dengan Abang. Jumat sore, aku kecapekan dan hanya bisa terdiam. Lelah membalas pertanyaan teman-teman yang membaca berita baik dari internet, media cetak maupun yang telah melihat peristiwa tersebut di berita-berita di televisi nasional. Ketika akhirnya polisi memutuskan membebaskan ke 11 orang tersebut, aku hanya bisa bilang, terimakasih Tuhan.

Polisi memutuskan membebaskan mereka semua karena tidak ditemukan indikasi adanya pengajaran tentang komunisme!

Sebuah kata yang begitu dahsyat. Lebih dahsyat dari sebuah bomb yang dirakit khusus dengan perencanaan matang. Cukup sebuah kata, komunisme, dan semua orang akan ketakutan. Jangankan kata komunisme, segala sesuatu yang berbau Marx, sosialis, dan apapun yang bersifat kiri menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah ajaran telah begitu kuat melekat, untuk menjadi takut karena sebuah kata tersebut. Tanpa harus mengetahui lebih lanjut tentang itu semua, kita diajar untuk takut. Tidak usah banyak tanya, jauhilah segala sesuatu yang bersifat kiri.

Kiri, sebuah ungkapan yang hanya bisa diterima dengan tenang dan diucapkan dengan bebas, ketika kamu mengucapkannya kepada supir angkot, memintanya untuk menepi dan menurunkanmu.


Silahkan main ke rumahkiri, untuk dokumentasi lengkap mengenai pembubaran diskusi.

Pekerja Keliling Memusingkan

Mampus deh, sekarang bener bener lagi susah-susahnya bekerja di tempat orang normal kerja. Tau kan. Meja kerja. Kursi kerja. Suasana kerja (terserah ada yang musti bising ada yang musti sepi). Gak usah sampe jam kerja deh.

Entah kenapa, otakku agak tidak bersahabat sama suasana seperti itu. Kayaknya buntu aja, gak bisa mikir apa-apa. Sejak beberapa bulan lalu, aku menjadi begitu nyaman bekerja di kereta api, jalur Bandung-Jakarta tentu saja. Menikmati mengetik di dalam pesawat, apalagi kalau jarak jauh, seperti Bandung-Ambon beberapa waktu lalu (wah, kalau jauhnya sampe ke Belanda mendingan tidur atau nonton film kali ya). Dan bahkan di ruang tunggu di manapun, termasuk di bandara.

Mungkin karena aku ini keseringan bepergian sampai agak lupa rasanya menetap di satu tempat? Shadyra bilang, dia sendiri udah menyebut kamar hotel sebagai rumahnya. Karena dia musti bepergian gila2an kali. Aku sih gak segila itu, tapi betul, sialnya begitu sambil nunggu, langsung lancar mau nulis.

Photobucket - Video and Image HostingJangan bayangin ini kelihatan keren. Nenteng laptop kemana-mana, terlihat (sok) sibuk bekerja di manapun. Booo, gak ada enak-enaknya, yang ada capek. Kalau dulu biasanya waktu luang sekecil apapun selalu aku manfaatin untuk tidur, sekarang juga sih, tapi khusus di tempat piblik, dimanfaatkan untuk bekerrja. Makanya aku suka sirik banget liat orang orang nenteng2 laptop di tempat tempat umum – biasanya yang ada wifi – untuk friendster-an atau sekedar chatting.

Untuk itu, terimakasih iBook G4 tersayang. Kamu bener bener investasi terbaikku.