17.11.06

FWD: aku benci

Photobucket - Video and Image HostingAku tidak suka email "fwd" terutama itu berupa surat yang mengatakan barang gratisan, iming-iming hadiah, ataupun yang mengatasnamakan penyakit untuk memperoleh tandatangan, duit atau apapun. Aku adalah tipe orang yang memang -mungkin- kurang kerjaan dan selalu mencek terlebih dahulu email-email seperti itu. Biasanya kemudian itu hoax.

Hasil dari maen ke tempat Enda, aku kembali sampe ke tempat ngecek email itu hoax atau enggak, sampai akhirnya aku nemu versi Indonesianya. Gak terlalu banyak tuh yang maen ke versi Indonesia, bahkan di salah satu tulisannya malah ada yang mempertanyakan kritikan si penulis terhadap sebuah hoax. Halah.

Kemarin, ketika surat tentang Bush beredar, setelah yang kesekian kali, aku memutuskan untuk merespon. Capek sih. Tentu saja untuk kemudian di respon balik dengan pernyataan, kalau gak suka tinggal diapus saja tokh!

Benar banget, menghadapi email-email gak penting (setidaknya menurut aku), kita bisa tinggal menghapus. Repot amat. Tapi pernah gak sih terbayang di benak kamu, bahwa aku bisa saja sedang mencek email dari telepon genggam, hanya karena aku sedang harus membaca pesan penting yang kemudian terhambat hanya karena aku juga harus mengunduh email-email gak penting itu? Masih untung kalau bentuknya bukan attachment dan tidak besar (bukan file .ppt misalnya dan tanpa foto foto), cuman gondok aja kan pas harus buka itu email.

Bayangkan situasi dimana mencari internet sangat susah, padahal sinyal ponsel juga tidak ada, ketika menemukan satu tempat untuk mencek email dengan kondisi lambat, aku harus menunggu sekian lama hanya untuk mencek satu email yang terimpit email-email gak penting itu.

Unsubscribe saja, kata temanku. Iya, kalau itu milis, aku tinggal unsubscribe atau setidaknya formatnya aku ganti webmail only, jadi aku masih dapat informasi penting dari milis itu tanpa harus kerepotan menerima email-email gak pentingnya. Lah, kalau itu dikirim personal? Apa aku harus punya alamat email khusus untuk orang-orang tertentu saja (hmm, tampaknya sih iya).

Aku suka kok email-email joke yang bikin tertawa, atau tulisan-tulisan yang menyentuh hati dan membuat aku merenung. Tapi aku sangat suka jika tulisan itu dibuat khusus untuk aku, setidaknya ada tambahan tulisan dari si pengirim, walaupun one-liner (yang juga sebetulnya sangat tidak dianjurkan). Dan, bukankah kita sudah diberitahu, bahwa surat yang menyuruh kita meneruskan sebuah surat dengan embel-embel demi keberuntungan atau kita akan sial adalah surat berantai? Dan surat berantai harus dihentikan! Kalau memang tulisannya menarik dan ingin dibagi dengan orang, ya tolong deh, hapus saja embel embel "keberantaiannya". Gak apa apa, kan? Ini juga untuk sms berantai, kalaupun aku teruskan, hapus saja bagian ancam-ancaman itu.

Photobucket - Video and Image HostingAku bukan ahli etika, apalagi jagoan urusan internet. Tapi setidaknya aku berusaha untuk membuat email yang dikirim itu memang personal, berguna dan tetap santun, plus mempertimbangkan kemampuan koneksi si penerima (apalagi untuk kamu-kamu yang mempergunakan koneksi gratisan fasilitas kantor yang kenceng banget itu, atau yang beruntung berada di negara yang tepat untuk berkirim email ber-size segede bagong).

Coba deh mampir kesini ya:
http://etiket.wordpress.com/tag/netiquete
http://www.inet.bg/faq/netiquete.html

dua dari sekian alamat yang membantu kita mempergunakan surat elektronik menjadi lebih berguna!