19.8.06

Pesawat Terbang dan Pesawat Telepon

Diam di PesawatAku sangat menyukai perjalanan dan terutama, aku sangat menyukai perjalanan dengan pesawat terbang. Biar udah berkali-kali, naik pesawat tetep membuat aku seperti anak kecil melihat permainan yang paling disukainya. Aku bisa menghitung kapan aku tertidur di pesawat. Hanya satu kali. Pertama waktu aku harus ke Banda Aceh naik pesawat pagi yang membuat aku harus berangkat jam 2 pagi dari Bandung, terkatung-katung di bandara selama 3 jam, setelah tidak tidur malam sebelumnya.

Karena aku selalu terjaga setiap naik pesawat, aku selalu memperhatikan orang-orang di sekelilingku. Memang ada saat-saat aku pergi bersama seluruh keluarga, tapi itu bukan berarti gak perduli sekitar, justru yang ada adalah aku dan adik-adikku akan semangat untuk merhatiin orang, untuk jadi bahan gosip dong, tentunya. Ada juga saat aku harus bepergian dengan orang yang membuat aku tidak akan melihat kiri kanan lagi, tapi asik bercerita, melihat matanya, dan sibuk berdua deh (mohon dimaklum dong). Tapi diluar itu, aku selalu memperhatikan sekitarku. Maklum, lebih sering bepergian seorang diri.

Masuk ke pesawat, kelakuan orang itu berbeda-beda (tentunya!). Khususnya untuk urusan menyimpan tas bawaan. Ada yang dengan anggun meletakkannya, ada yang kebingungan untuk buka tempat penyimpanan, ada yang teguh kukuh berlapis baja mencoba memasukkan tas yang menolak dimasukkan karena ukurannya memang terlalu besar. Duh, untuk orang-orang kayak gini aku suka melas, bo, secara di belakang dia banyak orang mau masuk gitu. Terkadang ada juga yang tasnya sulit masuk bukan karena terlalu besar, tapi karena tempatnya sudah penuh. Bukannya mencari tempat lain yang kosong, malah keukeuh untuk nyoba masukin sambil melayangkan pandangan menuduh ke sekeliling. Seakan-akan berkata, sapa neh yang masukin tas paling gede bikin aku gak bisa masukin tas. Pandangan yang seakan-akan ingin membuang tas yang ada di dalam, demi memasukan tas dia. Aku tipe yang cuek bebek urusan tas. Kalo di atas kepala tempat duduk sudah penuh, aku akan cari tempat lain yang kosong dan masukin tas aku disitu. Ealaaa, sekali waktu ada ibu-ibu yang sewot loh. Dia melototin aku. Aku mana peduli sama pelototan mata, kecuali kalo dia berkata sesuatu kepadaku, langsung (yang tentunya akan aku jawab juga dengan 1001 kata kata simpenan). Si ibu ternyata duduk di tempat aku meletakkan tas, dan dia langsung bilang ke keluarganya berbisik – tapi cukup keras untuk didengar, khas pegosip banget – bahwa itu adalah “jatah” mereka. Dia setengah berharap pramugari akan melakukan sesuatu dengan tasku, tapi tentu saja, tidak terjadi apa apa, tasku aman tentram di tempat itu. Memang, ada saat juga, aku gak ambil pusing dan meletakkan tasku di kakiku.

Itu baru kegiatan masuk pesawat. Mau turun pesawat, ceritanya berbeda lagi.

Aku sih suka bingung dengan orang yang terburu-buru turun, tapi ternyata nantinya ketemu di tempat bagasi. Ah, kalau bagasinya banyak mah nyante ajalah, buat apa juga berdiri-berdiri di gang, hanya bikin sesek dan pegel kalau pada akhirnya kecepatan mencapai pintu keluar akan sama dengan yang keluar terakhir dari pesawat? Kecuali mereka yang tidak membawa bagasi dan dalam kondisi rusuh tingkat tinggi, atau mereka yang musti transfer pesawat dalam waktu 15 menit (ngacung deh aku! Sampai harus dikawal khusus keluar pesawat dan tergopoh-gopoh berlari dengan bawaan banyak untuk mengejar pesawat lain di bagian lain bangunan dan harus melihat berbagai sign dalam bahasa yang sama sekali tidak aku kenal).

Nah, kalau udah tiba di penghujung perjalanan, aku ingin tahu, apa sih hal pertama yang dilakukan kamu? Apakah kamu akan buka mata (karena selalu tertidur dalam setiap perjalanan), tutup buku/ koran/ majalan (karena selalu membaca di setiap perjalanan – seperti aku), buka tas kosmetik (karena muka butuh “penyegaran” sebelum kembali ke peradaban)? Atau melakukan sesuatu yang selalu membuat aku berpikir bahwa mereka yang melakukan perjalanan adalah orang superpenting yang setidak detiknya berharga satu milyar: menyalakan telepon dan langsung berteteleponan dengan gaya sibuk!

Beneran deh, suara yang pertama kita dengar saat pesawat mendarat biasanya bukanlah suara pilot atau pramugari tapi suara krang kring dan suara suara opening dari berbagi ponsel yang baru diaktifkan kembali.