18.8.06

Berpisah untuk Bertemu Kembali

Kalau sedang sibuk banget, sampe musti begadangan, kadang kita lupa kalau badan sudah mulai berontak. Seringkali, rasa "capek dan lelah" baru kerasa justru waktu sudah ada waktu tenang untuk tarik napas, biasanya udah di tempat tidur. Herannya kalau udah terlalu capek, justru suka susah tidur. Semua hal yang bikin lelah - entah peristiwa menyenangkan atau menyebalkan - akan melintas.

Ketika harus kembali ke tanah air beberapa tahun lalu, aku bisa menjadi manusia paling diam sedunia. Secara, aku gak bisa ngomong apa apa lagi. Terutama hitungan 24 jam terakhir, aku hanya bisa diam. Begitu sedih berpisah dengan beberapa sahabat terbaik, terutama karena sadar bahwa kemungkinan untuk bertemu kembali begitu tipis, dan bahkan kalau bertemu, segala sesuatu akan berubah. Satu satunya yang tertinggal hanya kenangan manis yang mudah-mudahan gak akan pernah ilang dari ingatan.

Aku benci saat aku harus bilang selamat tinggal. Aku lebih suka bilang, sampai ketemu kembali. Karena - bahkan ketika aku sadar dan tahu pasti bahwa itu adalah sesuatu yang nyaris tidak mungkin - aku selalu berharap aku memang bisa bertemu kembali.

gambar diambil dari getty imagesTapi sayangnya, seringkali kita harus bilang selamat tinggal. Bahkan ketika hati kita tidak menginginkannya. Pada saat tersebut, segala sesuatu akan selalu melintas. Persis saat-saat begitu lelah, sampai tidak bisa tidur, dikala seharusnya aku tertidur kelelahan, yang terjadi malah aku terjaga untuk menonton kilas balik semua hal yang terjadi. Setiap momen, setiap waktu, setiap kebersamaan yang semakin diingat semakin tidak ingin dilupakan malah kalau bisa terulang kembali.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. termasuk ... ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk..

Ada waktu untuk bertemu dan ada waktu untuk bilang berpisah; tanpa selamat tinggal, tetapi, sampai bertemu kembali.