12.6.06

Ctrl Alt Del

Gapang, Sabang, 11 Juni 2006
Jam 11.15 siang

Siang ini, aku di pantai di Gapang, Sabang.

Lautnya hijau kebiruan. Ada berbagai warna menghiasi laut di depan mataku. Warna hijau bening, terus menjadi biru, Satu dua perahu nelayan tertambat, menunggu mereka yang berkeinginan snorkeling agak ke tengah lautan. Beberapa perahu baru saja datang dengan serombongan orang, yang mungkin sudah pergi sejak pagi tadi. Melihat matahari pagi barangkali. Karena saat ini, matahari mudah menunjukkan kekuasaannya. Panasnya menyengat.

Tetapi aku tidak takut kepanasan (makasih sunblock mba'e). Karena ada keteduhan dari pohon-pohon waru di sepanjang pantai, memberiku ketenangan, kedamaian. Angin semeliwir, mengusap rambut-rambut kecilku yang tidak mampu diikat oleh jepit rambut ini. Rasanya nikmat, membelai mukaku, badanku, lenganku, kakiku. Semuanya. Begitu indah.

Suara debur ombak yang datang bergantian, bagaikan ada komando yang membuat mereka datang satu satu sesuai gilirannya, kadang terdengar sayup, kadang terdengar garang. Bertalu-talu mengajak aku untuk segera menjejakkan kakiku ke airnya, menyelusuri lebih jauh karang-karang di baliknya. Snorkeling.

Tapi matahari masih terlalu terik. Aku masih lebih memilih untuk tiduran. Beralaskan pasir putih yang dingin. Yang tiap tiap butirannya mengelus setiap senti kulitku. Butir-butir kasarnya seakan dengan lembut melemaskan setiap persendianku. Melepaskan setiap ketegangan yang selama ini ada di seluruh sendiku. Memaksa aku melepas setiap bebanku. Keluar melalui genggaman pasir putih ini.

Aku menutup mata, menikmati semua. Air hijau kebiruan yang bening ini. Langit biru luas ini. Debur ombak ini. Angin semiliwir ini. Keteduhan ini. Pasir putih ini.

Aku menutup mata, memulai tombol “record”. Suatu saat, pasti akan kuputar kembali, untuk membawaku kembali ke ketenangan ini.





Sabang Aceh 2006