13.3.06

Makan Malam

Salah satu ritual di rumahku adalah makan malam. Wajib hukumnya makan malam bersama. Makan malam di rumahku itu cukup “pagi” sekitar jam 6-an gitu. Ini dimulai waktu aku SD, pas ayahku baru banget pulang dari Singapura setelah sekian lama, dan kebawa ama jam makan malam papi disana.

Sampai akhirnya, aku terbiasa untuk makan malam bersama kumplit kerinduan dan kekesalanku dengan ritual ini.

Pada saat makan malam, kami terbiasa saling bertengkar. Bukan ribut-ribut karena hal penting, tapi biasanya mah justru hal gak penting, terus kami semua asik mengeluarkan pendapat kami masing-masing. Bersyukurlah papi gak pernah protes untuk hal satu ini. Waktu saudara-saudaraku melihat gaya makan malam kami, mereka suka bingung. Kok ada ya orangtua yang membiarkan anak-anaknya bertindak kurang ajar dan melawan orang tua. Ha! Melawan orang tua gimana, wong kita cuman belajar berargumentasi (kasian juga kadang ama mami kalau sedang jadi obyek penderita malam itu...kekekekek). Gitu deh balasan kami untuk mereka yang memandang aneh cara kita ngobrol di meja makan. Kalau ada teman yang ikut makan, dan mereka bukan Batak, malah bisa lebih kaget lagi. Mereka bingung, kami ini lagi makan malam atau lagi bertengkar. Buset!

Saat tidak ada pembantu, ritual ini suka jadi gangguan. Maklum bagian “bikin meja” alias nyiapin makanan, piring, cuci tangan, minuman dan lain-lain jadi ajang tuding-tuding, walaupun biasanya semua akan selesai bareng-bareng.

Satu hal lagi yang aku ingat, kami tidak boleh meninggalkan meja makan kalau belum makan pepaya. Kata papi, bagus untuk pencernaan. Aku tuh gak begitu suka pepaya, karena kuat dengan kesan “wajib dimakan kalau mau cabut dari meja makan” ditambah lagi waktu kecil kami punya beberapa pohon pepaya, dan aku tahu pasti itu pepaya suka bolong-bolong dimakanin burung. Huh.

Kalau mami lagi pundung, atau ada keributan antar keluarga, suasana di meja makan agak tegang. Biasanya, seseorang akan mulai mencela yang lain, dan akhirnya yang pundung bisa tambah pundung atau akhirnya lupa sama marahnya.


Makan Malam Keluarga

Tadi aku nonton, katanya makan malam keluarga itu penting. Aku gak tau itu penting atau enggak, yang pasti aku senang dengan kebiasaan makan malam bersama, walopun seringkali bikin rencana diet gagal total (secara...makan malam gitu loh!).