30.3.06

BIOS

Berita hari ini: ‘face off’ di Jawa Timur
Image hosting by PhotobucketOperasi plastik? Ini untuk perempuan nih, karena biasanya perempuanlah yang melakukan operasi plastik
Memang yang muncul ke permukaan adalah para perempuan yang operasi plastik, tapi apa berarti gak ada laki-laki yang gak melakukan. Selain itu, PENTING ya komentar kayak gitu untuk kasus face off? Apapun deh…


Topik hari ini: memanfaatkan waktu kerja biar gak lembur
Gosip harus dihindari, apalagi perempuan biasanya asik gosip. Kalau laki-laki kan enggak bergosip tuh
Basi.


Info kesehatan hari ini: Kanker ovarium
Wah, pagi-pagi udah ngobrolin kanker. Gak apa-apa deh. Tapi memang kanker itu identik dengan perempuan dan lagi perempuan lebih banyak penyakitnya dan lebih mudah terkena penyakit.
Kondisi saat ini, dia flu dan aku berjuang keras untuk tidak tertular


Menunggu jeda iklan

Mel, password BIOS udah gue rubah
Wah, dia bener bener tahu BIOS? Bener bener bisa masuk BIOS? Emang perempuan bisa ya?
*GUBRAK*


masih dalam jeda iklan, ruangan sebelah

Kamu bener bener bisa BIOS
Iya
Gak aneh?
Enggak
Kalo diantara preman atau kyai pasti kamu ini jadi perempuan aneh

*HAH?!?!?*

Perempuan tuh jangan seperti itu, bisa komputer segala macem, nanti cerai

Silahkan pilih reaksi bengong hokcay/ melotot/ sedih/ marah/ nangis/ senyum/ ketawa/jongkok (silahkan coret yang tidak perlu)



pertanyaan ekstra:
apakah hubungan antara kanker ovarium dengan susu, eh minum susu, eh perempuan dengan payudara besar di baywatch?

23.3.06

Rupiah Untuk Kemarahanmu

Image hosting by PhotobucketSebagai orang yang punya kecenderungan cepet ngamuk, jelas, upaya lahir batin banget untuk bisa menahan diri. Resep favorit aku adalah: tidur. Kalau udah ngamuk, marah dan kesel berat, cara paling jitu untukku adalah pergi tidur. Emang ada yang berkomentar, kok bisa ya tidur lagi marah. Justru, karena capek, emosi terkuras, aku biasanya bisa tidur, walopun kadang harus agak dipaksa, atau cuman bisa tidur-tidur ayam. Biasanya, bangun tidur, perasaan agak lega-an gitu.


Image hosting by PhotobucketTernyata ada cara unik yang baru aku ketahui. Temanku punya resep lain. Marah=Menabung! Setiap dia marah ke pasangannya, dia akan menabung. Kalau marahnya kecil-kecilan, dia nabung 100 rupiah. Kalau agak besar 200 rupiah, lebih besar lagi 500 rupiah dan seterusnya. Dia bilang sekarang, tabungannya penuh. Hanya saja, dia memutuskan untuk membuat tabungan baru. Karena…dia punya hati yang lebih besar lagi (waw!). Seandainya pasangannya mendengar dengan baik tentang ini.


Pikir punya pikir, kalau nabungnya sampai pakai lembaran 100 ribu rupiah, jangan jangan lebih emosi mikirin keilangan duitnya kali ya. Kekekekek (oya, kenapa ya, tabungan itu identik dengan tabungan babi gemuk?)

15.3.06

Virus N: Berbahaya

Dikala orang sibuk dengan virus H5N1, aku justru sibuk dengan Virus N dengan obat yang sampai saat ini masih belum ketemu tapi juga gak tau gimana cara dapat sponsor yang mau meneliti obat ataupun vaksin untuk virus yang satu ini.


Seringkali virus ini muncul betul betul di saat yang tidak tepat (emang ada virus muncul di saat yang tepat kecuali buat tukang jualan obatnya?). Entah kenapa, virus ini tampaknya punya hubungan yang kuat dengan yang namanya suasana hati dan juga beban kerja. Disaat beban kerja menumpuk dan tagihan kerjaan sudah di depan mata, virus ini seringkali beraksi dengan asiknya. Apalagi dengan situasi hati yang tidak bersahabat. Cuaca di luaran sana, bisa menjadi pendukung, tapi anehnya tanpa rumus yang konsisten. Cuaca mendung bisa menjadi pemicu utama virus ini, langsung bekerja banget deh. Tapi gak jarang, virus ini muncul di hari terik.


Konon memang ada beberapa upaya pencegahan yang dilakukan, mulai dari minum-minuman yang dianggap manjur mengganyang virus N, sampai melakukan aktivitas fisik yang katanya juga bisa membuat tubuh ini lebih kuat menghadapi virus N. Sialnya, terkadang justru sehabis berolahraga, virus ini tampaknya juga ikut berolahraga dan semakin kuat saja bekerja dalam tubuhku.


Virus ini tampaknya menular, bentuk penularan bisa hanya dengan melihat! Berhaya sekali dan punya kecenderungan untuk bertahan lama di dalam tubuh. Dari yang hanya 5-10 menit kambuh sampai bisa 5-10 hari, dan mudah-mudahan tidak sampai 5-10 minggu, kalau tidak, aku benar-benar dalam bahaya besar.


Image hosting by PhotobucketVirus N. Virus Ngantuk. Uh. Menyebalkan sekali. Mau buka mata, rasanya pengen bilang 5 menit lagi sampai bego. Sangat menular, sangat mengganggu dan sulit diobati

Ada yang punya obat manjur melawan virus yang satu ini?

13.3.06

Makan Malam

Salah satu ritual di rumahku adalah makan malam. Wajib hukumnya makan malam bersama. Makan malam di rumahku itu cukup “pagi” sekitar jam 6-an gitu. Ini dimulai waktu aku SD, pas ayahku baru banget pulang dari Singapura setelah sekian lama, dan kebawa ama jam makan malam papi disana.

Sampai akhirnya, aku terbiasa untuk makan malam bersama kumplit kerinduan dan kekesalanku dengan ritual ini.

Pada saat makan malam, kami terbiasa saling bertengkar. Bukan ribut-ribut karena hal penting, tapi biasanya mah justru hal gak penting, terus kami semua asik mengeluarkan pendapat kami masing-masing. Bersyukurlah papi gak pernah protes untuk hal satu ini. Waktu saudara-saudaraku melihat gaya makan malam kami, mereka suka bingung. Kok ada ya orangtua yang membiarkan anak-anaknya bertindak kurang ajar dan melawan orang tua. Ha! Melawan orang tua gimana, wong kita cuman belajar berargumentasi (kasian juga kadang ama mami kalau sedang jadi obyek penderita malam itu...kekekekek). Gitu deh balasan kami untuk mereka yang memandang aneh cara kita ngobrol di meja makan. Kalau ada teman yang ikut makan, dan mereka bukan Batak, malah bisa lebih kaget lagi. Mereka bingung, kami ini lagi makan malam atau lagi bertengkar. Buset!

Saat tidak ada pembantu, ritual ini suka jadi gangguan. Maklum bagian “bikin meja” alias nyiapin makanan, piring, cuci tangan, minuman dan lain-lain jadi ajang tuding-tuding, walaupun biasanya semua akan selesai bareng-bareng.

Satu hal lagi yang aku ingat, kami tidak boleh meninggalkan meja makan kalau belum makan pepaya. Kata papi, bagus untuk pencernaan. Aku tuh gak begitu suka pepaya, karena kuat dengan kesan “wajib dimakan kalau mau cabut dari meja makan” ditambah lagi waktu kecil kami punya beberapa pohon pepaya, dan aku tahu pasti itu pepaya suka bolong-bolong dimakanin burung. Huh.

Kalau mami lagi pundung, atau ada keributan antar keluarga, suasana di meja makan agak tegang. Biasanya, seseorang akan mulai mencela yang lain, dan akhirnya yang pundung bisa tambah pundung atau akhirnya lupa sama marahnya.


Makan Malam Keluarga

Tadi aku nonton, katanya makan malam keluarga itu penting. Aku gak tau itu penting atau enggak, yang pasti aku senang dengan kebiasaan makan malam bersama, walopun seringkali bikin rencana diet gagal total (secara...makan malam gitu loh!).

9.3.06

Laki-laki Bikin Hokcay

Sebagai perempuan normal yang masih suka ama laki-laki, ada beberapa hal yang membuat laki-laki tampak begitu sekseh bikin kasuat-suat degup jantung gak keru-keruan khayalan melambung. Misalnya
  • Image hosting by PhotobucketTangan dan khususnya jari yang bikin aku jadi hokcai (susah nih nyari padanan dalam bahasa Indonesia untuk kata satu ini). Bentuk yang kayak gimana? Susah dijelasin. Tapi ada bentuk bentuk jari atau tangan yang bener bener seksi abis.
  • Mata. Selain tangan, kayaknya bagian ini bener bener bisa bikin keblinger deh.
  • Laki-laki masak. Ini juga selalu tampak seksi dan mengundang. Hohohoho. Apalagi kalau masaknya pakai hati, sambil merem melek nyicipin makanan yang dimasak, sambil nyeruput mastiin rasanya udah pas. Sumpah deh. Bikin napsu makan ngilang, yang ada napsu yang laen. Kekekekekek
  • Kemampuan berkesenian. Istilahnya bisa jadi gak pas. Tapi ada suara-suara laki-laki yang sedang nyanyi yang bener bener membuai hati. Atau melihat laki-laki main alat musik. Piano, gitar, apapun itu. Dimainin pakai hati, selalu bikin hati dag-dig-dug gak keru-keruan deh. Apalagi kalau maininnya khusus untuk aku. Buset. Pede bener!
  • Wewangian khas laki-laki. Bisa parfumnya, bisa hanya wewangian abis mandi gitu, atau wewangian yang tertinggal di kaos-sweater-jaket atau benda lain yang dipakai. Waw! Antara menghirup dan menahan nafas mana tahan, gak kuku gitu deh.

Nah, kalau lihat Pasal 25 RUU APP yang menyatakan: Setiap orang dewasa dilarang mempertontonkan bagian tubuh tertentu yang sensual.......

Berarti tolong ya, para laki-laki, tangan dan mata kalian ditutup rapat-rapat, soalnya bagian itu superduperbanget sensual sekaleeeee!


ps: yang nyari RUU-nya, japri aja ya, aku ada

7.3.06

Pesta Musik

Ini adalah sebuah festival yang diisi oleh berbagai macam penampilan. Dari yang mainstream sampai yang agak pop (atau sebetulnya lagu jazz dengan gaya pop abis). Dari yang senior banget (mau bilang tua, tapi kok ya kayaknya gak sesuai secara penampilan mereka jauh dari kesan tua) sampai yang ABG abis. Pengunjungnya juga macem-macem dari yang t-shirt-jeans-sneaker-gombolan-tas-punggung (inget tas punggung kita berdua, Din? Yang akhirnya terpaksa kita tarok di lantai saking beratnya!) sampai yang datang dengan sepatu-hak-tinggi-rok-pendek-dandan-abis-dengan-rambut-keluaran-salon.

Tentang festivalnya. Waw. Walaupun rasanya tidak senikmat tahun lalu (karena aku agak sakit di hari terakhir), tetap saja rasanya begitu menyenangkan.

Kalau tahun lalu, Malik and d’essential mengagetkan, tahun ini, Tompi jelas-jelas kejutan besar. Bo, suaranya itu. Mengingatkan aku sama Al Jarreau dalam versi lain. Kemampuan Tompi berolah vokal, menguasai panggung dan sangat sangat interaktif. Sumpah, keren banget. Penyanyi yang konon dokter bedah ini yang kemudian terlihat tengah ngegandeng seorang perempuan (bikin patah hati aja deh!) itu bermain dengan Bali Lounge. Keseluruhan penampilan memukau. Kalau dengar suara dia di kaset, gak sebanding deh dengan pengalaman melihat penampilan langsungnya.

Untuk suasana romantis ada Patti Austin dengan Dave Koz yang jahil. Waktu Patti mulai menyanyi Smoke Gets in Your Eyes, rasanya merinding deh. Suasana berubah banget. Apalagi waktu dia nyanyi It Might Be You, aku benar benar pengen nangis deh. Ternyata kiri kananku juga sudah mulai berkaca-kaca gitu matanya. Apalagi pas bagian ..if I found the place would I recognize the face…aku tiba-tiba teringat seseorang yang udah duluan datang menghadap DIA. Sedih banget. Benar-benar deh kebawa suasana. Suasana romantis lainnya datang dari Chiara. Kata Terry, ampe mimpi basah loh. Buset sih, cantik banget, suaranya begitu menggoda. Ah! Aku sih cuman sempet lihat dia waktu nyanyi di Tebs, sedikit banget.

Keinginan untuk menenangkan diri dan mendengar sesuatu yang sangat jazzy juga terpuaskan dengan melihat Rene v Helsdingki, sayang banget Luluk Purwanto gak bisa hadir karena ibunya sedang sakit. Favoritku terutama di lagu yang judulnya Selamat Malam, yang ada unsur gamelan gitu. Keren. Juga terpuaskan dengan melihat Ireng Maulana and friends. Gila, emang beda banget deh nonton penampil yang pakai hati banget waktu tampil di panggung. Lihat Margie Segers, Ermy Kulit. Gila. Menyanyi begitu santai, tapi keren banget banget deh. Vokal yang sangat terampil dan hati yang ikut bernyanyi deh. Sama dengan waktu liat Buby Chen ama Bob Tutupoly. Bedalah.

Aku juga puas loncat-loncat pas Dennis Rollins sama Relax. Buset deh, seru banget. Relax yang dari Belanda itu juga lucu banget deh penampilannya. Pol banget. Padahal sebelumnya aku juga belum pernah dengar nama mereka. Gak nyesel banget ngotot untuk ngeliat. Makasih buat Terry lagi nih yang udah kasih bocoran tentang Relax. Loncat dan goyang juga abis-abisan dilakukan pas The Brand New Havies main. Biar kata nonton sendirian, sapa takut deh. Gak nyesel banget. Berhasil dapat tempat paling depan, bersebelahan dengan fans beratnya The Brand New Havies juga, jadi seru banget.

Pengalaman mengecewakan juga ada sih, misalnya pas nonton E Voices. Entahlah, rasanya semua terlalu datar. Skill sih bolehlah, tapi kok kayaknya nyanyinya gak pakai hati ya, terus, lama-lama liat penyanyi-penyanyi Elfa rada ngebosenin. Gitu-gitu aja. Aku juga kecewa banget pas nonton Idol. Jujur aja, udah ngantri sekian lama, dan agak susah untuk keluar dari antrian demi Dave Kozz dan Vinny Valentino ternyata musti kecewa. Di jadwal ditulis Vinni Valentino Band, ternyata yang ada hanya dia sendiri, satu lagu terakhir pula. Tau gitu! Sebetulnya penampilan para Idol gak terlalu buruk, tapi juga gak istimewa abis. Kecuali Mike. Cuman band-nya itu parah banget deh, rasanya stem-an bass-nya gak pas sama yang lain. Kebayang dong, kuping keganggu banget dengan suara bass yang gak nyambung gitu. Malahan penampilan Elfa kalah kalee ama banyak anak muda yang masih sangat imut kayak Rafi dan Zefanya yang keren banget itu. Rafi main drum dan Zefanya main piano.

Paling kesel adalah pas Bob James asik ditunda. Kalau di jadwal yang ada di majalah, Bob James harusnya tampi jam 16.45! Walaupun di jadwal versi press beda lagi. Mereka baru main lebih dari jam 20.00. Buset kan. Masalahnya, ini ngacauin jadwal nonton aku. Yu dadah yu bye bye untuk mollucan night, karena aku musti bolak balik antri-engga-antri-engga-antri-enggak, terus gara-gara itu Incognito pun jadi ngaret ke jam 11 malem-an. Aku agak tidak enjoy menikmati Bob James karena agak-agak emosi gitu.

Kasian juga Incognito, keliatan deh agak agak gak pol gitu. Tapi tetap asik banget, gabung sama Carleen Anderson yang suaranya itu BUSET banget, di badan yang kecil kayak gitu bisa keluar suara yang begitu dahsyat, plus permainan gabungan ama Omar yang keren. Walopun pake masalah sound, karena keyboardnya Omar yang gak keluar suara, tetap aja, Omar gitu loh. Yang berhasil didapat tanda tangannya waktu nonton Dennis. Aku sih megang omongan Oom Bluey aja, katanya mereka mau datang lagi tahun depan, janji katanya. Beneran ya, Oom. Ditunggu banget loh.

JJF kali ini kayak nuansa tradisional, tapi bukan model-model yang etnis-etnis gak asik. Ruang-ruang Cendrawasih menjadi untuk “kalangan sendiri”, kalangan orang Maluku. Ambon manise. Dari sore udah sangat sangat Maluku. Mulai dari Massada yang balik kampung, semua udah dibawa goyang. Tarik terus. Aku sendiri baru ngeh kalau Massada itu punya dari Maluku. Aku udah pernah tahu di Belanda sana, ta’ pikir orang-orang latino kalau lihat musiknya yang agak agak latin rock jazz gitu. Keren deh. Sampai ke Daniel Sahuleka dengan don’t sleep away this night my baby, dan yang terakhir dimana para artis berdarah Ambon pada nyanyi bareng. Suasananya pesta banget. Sangat-sangat Ambon kalau kata aku. Ruangan penuh sesak, dan kayaknya paling berantakan deh udahnya. Penuh dengan botol minuman dan sampah. Beda aja ama ruangan lain.

Di bagian lain, ada Vikky Sianipar. Aku duduk di baris depan tengah. Puas. Awalnya sedikit, tapi ternyata rame banget ruangannya. Kayaknya banyak yang gak ngeh yang mana Vikky Sianipar. Banyak yang nyangka, Vikky yang maen suling Karo kali ya. Padahal Vikky yang pake baju merah, yang memang bisa main begitu banyak alat musik. Sempet unjuk kabisa dengan gitar, keyboard, gondang. Dan mereka memainkan lagu favoritku. Aku memang suka Vikky, buat aku, dia jagoan bikin musik batak jadi begitu keren. Obrolan aku ama anak-anak, jangan-jangan setelah ini banyak Batak kaya yang minta kawinan anaknya pake acara margondang a la Vikky Sianipar. Aku? Berharap banget banget deh. Hehehehe.

Penampilan favoritku adalah: Take6. Aku gak bisa menemukan kata-kata untuk menceritakan betapa bahagianya aku menonton Take6. Sampe bengong beberapa lama, tapi susah untuk menceritakannya. Take6 menyentuh banget, sampai menyentuh hatiku yang terdalam. Cie cie. Bagaimana cara dan ceritanya. Susah euy. Personal banget. Aku suka banget, aku kagum sama keterampilan mereka berolah vokal, sampai mengatur kekuatan vokal mereka, dan harmonisasi suara mereka. Mau deh, bisa punya teknik pernapasan kayak mereka, punya jiwa kayak mereka dalam bernyanyi dan punya misi yang kuat dalam bernyanyi.

Tapi boooo ya, pendingin ruangannya tolong deh, secara aku ini agak udik ama urusan pendingin ruangan, biasa pake angin alami atau panas-panasan dikasih pendingin ruangan langsung tumbeng gini. Pada akhirnya, biar kata tumbeng nih sekarang, kepala berat, hidung mampet, asik batuk dan demam, semua terpuaskan deh dengan Java Jazz. Banyak yang gak ketonton, beberapa aku relakan karena sudah aku lihat di JJF 2005, tapi beberapa lagi, aku berharap akan ada di tahun depan. Apalagi kalau akhirnya aku malah nonton bareng adik-adikku. Seru.

ps: foto gak ada, trouble dengan kameraku, berharap foto dari anak anak pada dikirimin pada diriku


4.3.06

Akhir Pekan dengan Jazz

Walaupun pakai air mata gara-gara travel penuh sampai sore, dan kereta asik rubah jadwal tanpa pemberitahuan, aku sampai juga di Jakarta untuk retreat di JCC dengan Java Jazz Festival (lihat www.javajazzfestival.com) yang setaralah kalau biaya mah sama berlibur ke Mataram atau salah satu slip gajiku di satu tempat untuk sekian bulan kerja.

Perlu diingat:
1. Sepatu teplek-nyaman-empuk menjadi sahabat terbaik
2. Bawa air mineral dan perbekalan sendiri sebanyak mungkin
3. Bergeraklah cepat dari satu tempat ke tempat lain
4. Berani bergerak menyelusup, secara di dekat pintu masuk selalu penuh sesak, tapi di ujung sebelah dalam selalunya cukup lengang
5. Antri lebih cepat untuk special show, dan bersiaplah untuk ikut dalam perlombaan lari ke garis terdepan (persis di depan panggung)
6. Datang jauh lebih pagi kalau mau beli souvenir dengan tenang
7. Mata yang tajam untuk berfoto bersama banyak sekali penyanyi dalam dan luar yang berkeliaran dengan bebas di dalam ruang atau
8. Kalau bener bener penggemar berat mereka, pergi ke ruang media setelah pertunjukan, umumnya mereka akan kasih pers conference setelah itu (terutama untuk artis special show). Bukan pers? Ada masalah? Tunggu aja di depan ruangan.
9. Pergi dengan ringan, seminim mungkin bawaan, sebanyak mungkin air minum
10. NIKMATI MUSIKNYA. Bergoyanglah, berteriaklah, bernyanyilah dan menangislah. Apapun yang dirasakan.